Home / NEWS / Divonis 5,5 Tahun Penjara, OC Kaligis Terbukti Suap Hakim untuk Amankan Gatot

Divonis 5,5 Tahun Penjara, OC Kaligis Terbukti Suap Hakim untuk Amankan Gatot


JAKARTA, EDISIMEDAN| Setelah sempat tertunda pekan lalu, akhirnya majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menjatuhkan vonis lima tahun dan enam bulan penjara kepada terdakwa mantan Ketua Dewan penasehat Partai Nasdem, Otto Cornelis Kaligis. (OC Kaligis).

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (17/12/2015), OC Kaligis terbukti menyuap hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan untuk mengamankan kasus Gubernur SUmatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Otto Cornelis Kaligis secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan pertama,” ujar Hakim Sumpeno seperti dilansir Kompas.

Otto menyuap hakim dan panitera PTUN Medan untuk mengabulkan gugatan atas surat penyelidikan dan surat panggilan permintaan keterangan oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) yang mengusut kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Baca Juga:  LSI: Djoss Unggul Mutlak di Nias dan Tapanuli, Tapi Keok di 8 Dapil Lain

BACA JUGA
KPK Periksa H Anif dan Ijek di Brimob Poldasu
Hebat! Dua Orang Batak Terpilih Jadi Pimpinan KPK yang Baru

Tak hanya hukuman kurungan, Kaligis juga diwajibkan membayar denda Rp 300 juta subsider empat bulan kurungan.

Vonis tersebut lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum KPK. Jaksa sebelumnya menuntut hukuman 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp 500 juta subsider empat bulan kurungan.

Atas putusan tersebut, OC Kaligis langsung mengajukan banding. Dia keberatan dan tetap merasa tidak bersalah.  “Saya akan mengajukan banding pada hari kelima,” tegas Kaligis.

Apalagi, akunya, dia seharusnya dihukum lebih rendah dibanding vonis terhadap ketua majelis hakim yang juga ketua pengadilan PTUN Medan Tripeni Irianto Putro, anggota majelis hakim Dermawan Ginting dan Amir Fauzi serta panitera PTUN Syamsir Yusfan.

Baca Juga:  Akrobat Udara Membentuk Lafaz Allah, TNI AU: Semuanya Kehendak Allah

“Panitera hanya divonis 3 tahun sedangkan saya orang praktisi seharusnya hanya 50 persen dari mereka. Dan pasti juga Gary dituntut lebih rendah dari saya padahal dia advokat yang sudah disumpah,” jelas Kaligis.

Diketahui, dalam dakwaan Kaligis didakwa menyuap majelis hakim dan panitera PTUN di Medan sebesar 27.000 dollar AS dan 5.000 dollar Singapura.

Uang tersebut didapat Kaligis dari istri Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Evy Susanti, yang ingin suaminya “aman” dari penyelidikan oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Diketahui, Evy memberikan uang sebesar 30.000 dollar AS kepada Kaligis untuk diserahkan kepada hakim dan panitera PTUN Medan.

Baca Juga:  Lagi, KPK Tangkap Tangan Anggota DPRD

Atas perbuatannya, Kaligis dijerat Pasal 6 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP [ded]. [ded]

Terkait


Berita Terbaru