Home / NEWSSUMUT / Danau Toba Berubah Jadi Kolam Bangkai, 400 Ton Ikan Mati Mendadak

Danau Toba Berubah Jadi Kolam Bangkai, 400 Ton Ikan Mati Mendadak


400 ton ikan Nila dan Gurami mati di Danau Toba

EDISIMEDAN.com, MEDAN-  Perairan Danau Toba khususnya yang berada di kawasan Desa Bandar Purba, Kecamatan Haranggaol, Kabupaten Simalungun seketika berubah menjadi lautan bangkai ikan. Penyebabnya sekitar 400 ton ikan yang dibudidayakan petani Keramba Jaring Apung (KJA) mati mendadak.

Warga menduga kematian ikan-ikan tersebut karena kekurangan oksigen di perairan danau toba.  Setidaknya 200 lebih keramba apung milik warga Desa Bandar Purba,  berubah jadi kolam bangkai ikan. Ribuan ikan ini mati secara mendadak.

Tanda-tanda perubahan pada ikan di danau ini sudah terlihat sejak dua bulan lalu, dimana seperti kurangnya nafsu makan ikan.

Menurut Hotmaria Haloho, salah satu peternak ikan yang menjadi korban, kasus kematian ikan secara mendadak merupakan kasus kali pertama yang terjadi di tempat mereka. Sebab dalam tempo tiga saja, tiba-tiba ikan jenis Gurami dan Nila yang terdapat di KJA para petani mati dan mengambang di atas air.

Baca Juga:  Peredaran Uang Palsu Kian Meningkat Jelang Pilkada Serentak

Petani pun bingung apa yang menyebabkan matinya ikan-ikan mereka. Kasus ini pun sudah dilaporkan ke Pemerintah Kabupaten Simalungun.

“Enggak tahu kita. Tapi seperti kekurangan oksigen. Nanti lah kita tunggu hasil pemeriksaan petugas dari kabupaten. Tadi mereka sudah mengambil sampel air dan ikan yang mati,” ujar Sudung (40), salah seorang peternak ikan lainnya.

Menurutnya, sedikitnya terdapat 10 petani yang mengalami nasib serupa dengannya. Mereka pun rencananya akan melakukan pembersihan terhadap bangkai-bangkai ikan itu guna mencegah pencemaran Danau Toba.

“Hari ini rencananya kita mau gotong royong. Kalau enggak dibersihkan, nanti malah jadi penyakit ini. Kita harap pemerintah agar memperhatikan ini untuk jangka panjang. Jangan lagi terulang, apalagi kan Danau Toba mau dijadikan kawasan wisata kelas dunia,” tutur Sudung.

Baca Juga:  Tim SAR Gabungan Tawarkan Dua Opsi untuk Evakuasi Korban KM Sinar Bangun

‎Sementara Camat Haranggaol Horison Jannes Saragih membenarkan adanya peristiwa kematian ikan-ikan secara mendadak itu. Pihaknya kini masih menunggu hasil pemeriksaan dari pemerintah Kabupaten.  “Iya benar. Penyebabnya masih diteliti,” tutur Horison seperti dilansir okezone. [ded]

Terkait


Berita Terbaru