Home / MEDAN TODAY / Poldasu Duga Praktik Illegal Logging Picu Banjir Bandang di Sibolangit

Poldasu Duga Praktik Illegal Logging Picu Banjir Bandang di Sibolangit


Capture foto yang diterima dari salah wartawan yang ikut dalam rombongan tersebut adalah Teguh Angga Aditya Panjaitan, Kru Metro TV biro Medan.

EDISIMEDAN.COM, MEDAN- Wakapolda Sumatera Utara Brigjen Adhi Prawoto menduga ada praktik ilegal loging yang terjadi di sekitar kawasan banjir bandang yang terjadi di objek wisata Air Terjung Dua Warna di Desa Bandarbaru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang.

Hal ini disampaikan Wakapolda usai memantau langsung lokasi bencana pascabanjir banjir bandang lewat udara, Senin (16/5/2016) sore tadi. Salah satu wartawan yang ikut dalam rombongan tersebut adalah Teguh Angga Aditya Panjaitan, kru Metro TV Biro Medan.

Seperti diberitakan, banjir bandang terjadi Minggu (15/5/2016) sekitar pukul 14.00 WIB. Peristiwa ini menyebabkan 21 orang tewas, dimana 17 diantaranya sudah berhasil ditemukan.

Baca Juga:  Aceh Tenggara Diterjang Banjir Bandang, Akses Jalan Medan-Kutacane Lumpuh

Terbang dengan menggunakan helikopter milik Polri dari Mapolda Sumut, Wakapolda memantau langsung kondisi hulu sungai yang menyebabkan banjir bandang tersebut.  Dari amatan udara tersebut Wakapolda mendapati, sejumlah hutan yang berada di lereng bukit gundul.

BACA JUGA

Wakapolda Pantau Lokasi Banjir Bandang Sibolangit Lewat Udara

“Dari pantauan langsung, Wakapolda menemukan sejumlah titik yang diduga terjadi ilegal loging,” ujar  Dir Pam Obvit Poldasu, Kombes Pol Heri Subiansauri yang turut mendampingi Wakapolda melakukan pantau langsung lewat udara.

Selama terbang lebih kurang 45 menit itu, Brigjen Adhi Prawoto mengamati langsung kondisi hutan mulai dari hulu sungai hingga titik lokasi bencana. “Kita akan evaluasi sejumlah ojek vital yang berada di hulu sungai yang kita diduga terjadi ilegal loging,” tutup Kombes Heri.

Baca Juga:  Tengku Erry Gandeng Razman Arif untuk Somasi Media

BACA JUGA

Kesaksian Mordang Harahap Lolos dari Tragedi Maut Air Terjun Dua Warna

Sementara itu, proses evakuasi jenazah korban banjir bandang di lokasi wisata Air Terjun Dua Warna dihentikan sementara. Proses evakuasi akan dilanjutkan kembali Selasa (17/5/2016) pagi, pukul 06.00 WIB. [ded]

Keterangan Foto: Capture foto yang diterima dari salah wartawan yang ikut dalam rombongan tersebut adalah Teguh Angga Aditya Panjaitan, Kru Metro TV biro Medan.

Terkait


Berita Terbaru