Home / LANGKAT / DPLK Manulife Dorong Perusahaan Optimalkan Dana Pensiun dan Pesangon

DPLK Manulife Dorong Perusahaan Optimalkan Dana Pensiun dan Pesangon


Head of Employee Benefits Manulife Indonesia, Karyadi Pranoto menjelaskan Program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Program Pensiun untuk Kompensasi Pesangon (PPUKP) di sela-sela seminar sehari yang dihadiri 75 perwakilan perusahaan di Medan yang di gelar di hotel Santika Medan, Selasa (17/5/2016). Karyadi didampingi External Corporate Communications & PR, Marketing Division Manulife, Siti Deralina. [Foto: Muh Fadly]

EDISIMEDAN.COM, MEDAN – Manulife mengajak setiap perusahaan untuk mencadangkan dana agar dapat melakukan pembayaran pesangon karyawan sesuai amanat Undang-Undang Tenaga Kerjaan No 13 Tahun 2003, khususnya pasal 167, melalui Program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Program Pensiun untuk Kompensasi Pesangon (PPUKP).

Melalui program tersebut, Manulife Indonesia siap menjawab kebutuhan perusahaan-perusahan untuk mempersiapkan dana kompensasi pesangon karyawan. Program ini menawarkan sejumlah keuntungan, seperti fleksibel atau dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi perusahaan.

Demikian disampaikan Head of Employee Benefits Manulife Indonesia, Karyadi Pranoto di sela-sela seminar sehari yang dihadiri 75 perwakilan perusahaan di Medan yang di gelar di hotel Santika Medan, Selasa (17/5/2016).

Baca Juga:  Pemahaman Mengenai Pasar Modal Penting untuk Disosialisasikan ke Masyarakat

Menurut Karyadi Pranoto, seminar digelar untuk mengedukasi perusahaan mengenai program pesangon serta perbedaannya dengan BPJS ketenagakerjaan. Sebab program DPLK untuk kompensasi pesangon tidak tumpang tindih dengan BPJS ketenagakerjaan.

BACA JUGA
DPLK Manulife Cover Pesangon Ribuan Karyawan 13 Perusahaan di Sumut

BPJS ketenagakerjaan dimaksudkan untuk memenuhi jaminan hari tua (JHT) sesuai dengan UU nomo 3 tahun 1992 dan jaminan pensiun (JP) di UU nomor 40 tahun 2004. Sementara DPLK PPUKP bertujuan untuk memenuhi kewajiban pembayaran pesangon sesuai UU nomor 13 tahun 2003. BACA HALAMAN SELANJUTNYA

Terkait


Berita Terbaru