Home / NEWS / Geger, Kemendagri Bikin Surat untuk Komisi Perlindungan Korupsi

Geger, Kemendagri Bikin Surat untuk Komisi Perlindungan Korupsi


EDISIMEDAN.COM, JAKARTA- Ada-ada saja ulah staf yang diduga bertugas di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dalam surat undangan yang ditujukan ke KPK, 7 Juni lalu, staf tersebut salah dalam menulis kepanjangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi Komisi Perlindungan Korupsi.

Tak ayal, beredarnya surat resmi Kemendagri itu, menjadi hujatan netizen di jejaring sosial.

Di linimassa twitter, kicauan soal Komisi Perlindungan Korupsi ini sempat menjadi topik perbincangan terhangat. Mayoritasnya menghujat kesalahan penulisan penjelasan dari akronim KPK tersebut.

Respons netizen soal Komisi Perlindungan Korupsi juga beragam. Umumnya cuitan netizen sangat pedas mengidentikkan kesalahan tulis Komisi Perlindungan Korupsi tersebut terhadap kondisi kekinian.

Baca Juga:  Ribuan Rumah di Tebingtinggi, Asahan dan Labura Terendam Banjir

“Typo kebablasan KPK = Komisi Perlindungan Korupsi, sesuai knyataan skrang” tulis
Ilham arif dengan akun @ariefnndi.

“@KPK_RI telah menjadi Komisi Perlindungan Korupsi (bagi kawan2 kekuasaan)”
cuit Syarif Ahmad @SyarifAhmad_

Sementara cuitan netizen lain lebih pedas lagi.

“Kok bisa itu loh jadi Komisi Perlindungan Korupsi @KPK_RI . Mungkin ada orang PDIP yg gedek ama cino,” kata Ranitha Mharanie dalam akun @avriel_moetz.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sendiri mengakui, ada kesalahan penulisan nama KPK menjadi Komisi Perlindungan Korupsi.

Atas itu, Tjahjo melayangkan permohonan maaf resmi kepada KPK. Sebab, kesalahan tersebut telah mencoreng institusi Kkementeriannya. [ded]

Terkait


Berita Terbaru