Home / / Polisi Gerebek Judi Online dan Penjualan Satwa Langka di Kisaran

Polisi Gerebek Judi Online dan Penjualan Satwa Langka di Kisaran


EDISIMEDAN.COM, KISARAN- Polisi melakukan penggerebekan terhadap judi online yang berkedok sebagai permainan game ketangkasan di Asahan, Sumatera utara. Yang mengejutkan, polisi juga menemukan transaksi satwa langka yang dilindungi.

Penggerebekan terhadap lokasi judi online yang berkedok game ketangkasan di Jalan Kartini, Kota Kisaran, Asahan dilaksanakan Subdit III Jatanras Polda Sumut dibantu Polres Asahan. Kapolda Sumatera Utara Irjen Budi Winarso ikut serta dalam penggerebekan yang dilakukan pada Minggu (12/6/2016) dini hari hingga sore hari.

Dalam penggebekan ini, petugas mengamankan dua unit mesin judi online dan sepuluh orang pemain serta pengelola. Sementara barang bukti koin, tiket dan uang tunai juga disita petugas.

Baca Juga:  Sabhara Polresta Medan Gerebek Lokasi Judi dan Narkoba di Gaharu

Namun pemilik yang diketahui bernama Robin, berhasil kabur. Polisi sendiri sudah dua pekan melakukan penyelidikan terhadap lokasi judi tersebut.

BACA JUGA
Ditampar Wanita dalam Mimpi, Motif Pria Asal Nias Tikam 10 Penumpang KM Belanak

Selain itu, polisi juga menemukan puluhan satwa liar yang dilindungi undang undang karena hampir punah seperti burung Beo Nias, Mentawai, Kakak Tua Macou dan Jalak Bali serta burung lainnya. Diduga, burung tersebut akan diperjual belikan secara gelap.

“Game zone di wilayah Asahan, dilakukan oleh jajaran polda sumut dibantu Polres Asahan. Dari TKP diamankan 10 orang dan dua alat yang digunakan untuk main judi. selain itu satwa satwa yang diduga dilindungi. Hari ini kita kerja sama dengan polisi kehutanan untuk mencheking satwa tersebut,” ujar Kapolres Asahan, AKBP Tatan Dirsan Atmaja.

Baca Juga:  Bupati Nias Utara Jadi Saksi Sidang Korupsi Binahati Baeha

Sementara itu, menurut pihak BKSDA Sumut, selain tidak memiliki ijin kepemilikan barang satwa dilindungi tersebut, pelaku juga tidak memiliki ijin untuk memperjual belikannya. Selanjutnya, pihak BKSDA akan melakukan penyitaan terhadap sejumlah burung yang dilindungi.

Tim BKSDA melakukan penghitungan jumlah satwa dilindungi dalam penggeberekan yang dilakukan tim Polda Sumut dan Polres Asahan, Minggu (12/6/2016)
Tim BKSDA melakukan penghitungan jumlah satwa dilindungi dalam penggeberekan yang dilakukan tim Polda Sumut dan Polres Asahan, Minggu (12/6/2016)

“Ada 27 ekor yang kita temukan, terdiri dari 25 ekor burung Beo akan diselidiki saksi ahli dan 2 ekor burung bayan. Setau saya dia tidak memiliki ijin, karena pemilik rumah melarikan diri,” ujar petugas BKSDA Sumut, Herwin Hermawan.

Dalam kesempatan ini, Kapolda Sumatera Utara Irjen Budi Winarso langsung turun ke  TKP untuk melakukan pemeriksaan terhadap satwa yang dilindungi tersebut.

Baca Juga:  Sembunyikan di Paha, WN Malaysia Bawa 1 Kg Sabu Pesanan Napi Tj Gusta

Petugas sendiri masih terus melakukan pengejaran terhadap Robbin yang berhasil kabur. Rencananya, sejumlah satwa akan diambil pihak kebun binatang untuk diselamatkan. [bey]

Terkait


Berita Terbaru