Home / MEDAN TODAY / LAPK Minta PDAM Tirtanadi Tunda Kenaikan Tarif Baru

LAPK Minta PDAM Tirtanadi Tunda Kenaikan Tarif Baru


Logo LAPK

EDISIMEDAN.COM, MEDAN- Rencana PDAM Tirtanadi melaksanakan kenaikan tarif air minum dalam waktu dekat menimbulkan pertanyaan besar. Sejak kenaikan tarif pada Juni 2013, pelayanan PDAM Tirtanadi tidak mengalami perubahan ke arah yang lebih baik justru berbagai keluhan yang muncul dari pelanggan.

Direksi PDAM Tirtanadi beralasan kenaikan tarif dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dan tingginya biaya operasional yang dikeluarkan. Investasi instalasi baru untuk melayani permintaan pasang bagi pelanggan baru juga menjadi alasan kuat PDAM Tirtanadi mengusulkan kenaikan tarif air minum.

Sekretaris Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) Padian Adi S Siregar, menilai kenaikan tarif dapat mengurai permasalahan yang dikeluhkan konsumen adalah pembohongan publik yang dilakukan PDAM Tirtanadi.

“Karena kenaikan tarif tahun 2013 juga alasan yang sama yang dikemukakan direksi PDAM Tirtanadi, tetapi yang terjadi kualitas, kuantitas dan keberlanjutan air kepada pelanggan tidak mengalami perubahan,” papar Padian Siregar dalam siaran pers yang diterima redaksi, Senin (18/7/2016).

Baca Juga:  Dukung Wujudkan Ketertiban Lalu Lintas, Pemko Medan Serahkan Aplikasi LEV kepada Poldasu

Sebab itu, LAPK meminta PDAM Tirtanadi menunda kenaikan tarif tersebut hingga pelayanan terhadap pelanggan diperbaiki. “Bukan tidak mungkin ketika ada komitmen yang baik dari PDAM Tirtanadi, permasalahan pelanggan bisa diatasi tanpa harus menaikkan tarif,” sambungnya.

Kalaupun PDAM ingin menaikkan tarif, maka LAPK memberikan tiga persyaratan. Yaitu, ertama, untuk menekan losses (kehilangan pasokan air) hampir 30% per tahun perlu pembenahan mental/tanggungjawab pegawai dan respon cepat penanganan masalah.
“Lambatnya penanganan yang dilakukan ketika ada pengaduan terkait sambungan pipa bocor bahkan kadangkala terjadi di wilayah tempat tinggal pegawai/petinggi PDAM Tirtanadi menjadi hal penting untuk disikapi. Serta, buruknya kesadaran pegawai untuk bertanggungjawab terhadap perusahan dan pelanggan ketika terjadi kebocoran sambungan pipa untuk segera diperbaiki merupakan “pekerjaan rumah” Direksi PDAM Tirtanadi melakukan pembinaan SDM sebelum buru-buru menaikkan tarif,” beber Padian.

Baca Juga:  Pemko Medan Siap Gelar Festival Thaipusam 2020

Kedua, kualitas air yang buruk turut berkontribusi kurangnya pasokan air PDAM Tirtanadi di Kota Medan. Menurutnya, hampir 15% perbulan air yang mengalir ke rumah pelanggan terbuang sia-sia tanpa dipergunakan untuk kebutuhan konsumsi.

Air yang keruh dan berlumpur mengharuskan pelanggan 2-4 hari sekali harus melakukan pembersihan bak/tong air memungkinkan 10-20 liter akan terbuang sia-sia setiap melakukan pembersihan.

“Jadi, ketika kualitas air baik PDAM Tirtanadi dapat melakukan penghematan pasokan air dan mengalihkan ke pelanggan lain atau menambah sambungan pelanggan baru,” imbuh Padian.

Sementara persyaratan ketiga, manajemen penanganan keluhan yang buruk menjadi persoalan klasik PDAM Tirtanadi yang tidak kunjung diperbaiki. Sikap pasif dan lempar bola yang dilakukan “front liner”, seringkali membuat pelanggan frustasi tidak tahu harus mengadukan masalahnya.

Baca Juga:  Hakim Tolak Gugatan Class Action Pelanggan PDAM Tirtanadi

Janji manis yang diucapkan ketika ada pelanggan mengadu, seperti tagihan tidak sesuai, akan segera diselesaikan tetapi seiring waktu tidak pernah tertuntaskan.
“Seringkali, pegawai PDAM Tirtanadi malah menyalahkan pelanggan terkait permasalahan yang ada. Media pengaduan pelanggan telah berulangkali berganti nomor, tempat bahkan SDM-nya sudah berganti, tetapi penanganan masalahnya masih seperti periode direksi sebelumnya,” jelas Padian lagi.

Sebab itu, LAPK meminta PDAM Tirtanadi “berkaca diri” untuk menaikkan tarif air dalam waktu dekat. Jangan gara-gara mengejar sambungan pelanggan baru, malah justru menelantakan pelanggan lama.

“PDAM Tirtanadi tidak seharusnya demi kepentingan profit semata, tetapi kualitas, kuantitas dan kontinuitas air tidak kunjung mendapat kepuasan dari pelanggan,” tukas Padian lagi. [fad]

Terkait


Berita Terbaru