Home / MEDAN TODAY / Penertiban PK5 Sei Sikambing Ricuh, Satpol PP Dilempari Batu, Broti dan Petai

Penertiban PK5 Sei Sikambing Ricuh, Satpol PP Dilempari Batu, Broti dan Petai


Petugas Satpol PP Kota Medan menertibkan pedagang kaki lima (PK5)di Pasar Tradisional Sei Sikambing Jalan Kapten Muslim Medan, Kamis (4/8/2016), mendapat perlawanan dari para pedagang

EDISIMEDAN.COM, MEDAN – Petugas Satpol PP Kota Medan menertibkan pedagang kaki lima (PK5)di Pasar Tradisional Sei Sikambing Jalan Kapten Muslim Medan, Kamis (4/8/2016).  Selain melanggar peraturan, penertiban ini dilakukan untuk mengurai kemacetan.

Pasalnya, separuh badan jalan digunakan para pedagang untuk sebagai lapak menggelar dagangan sehingga menggan ggu kelancaran arus lalu lintas mulai sejak pagi sampai menjelang malam.

Penertiban dilakukan sekitar pukul 12.15 WIB dipimpin langsung Kasatpol PP Kota Medan, M Sofyan. Para pedagang terkejut dan kocar-kacir begitu melihat petugas datang dan langsung mengamankan barang dagangan mereka. Namun upaya tersebut kandas, sebab Satpol PP lebih kuat dan cepat. Seluruh barang dagang para pedagang yang digelar di badan jalan pun diangkut.

Tidak hanya sayuran maupun ikan basah, meja, ember, payung serta tenda milik pedagang juga ikut diangkut sehingga membuat para pedagang semakin meradang. Tak terima, para pedagang pun selanjutnya melawan. Selain melontarkan caci-maki, mereka juga melempari petugas dengan batu dan broti.

Baca Juga:  Meski Mobilnya Diberondong 8 Peluru, Terduga Pengedar Narkoba Berhasil Kabur

Sebaliknya petugas satpol PP yang terkena lemparan tidak terima, mereka langsung mengejar pelaku pelemparan. Namun upaya petugas itu langsung dihalangi para inang-inang sehingga terjadi keributan.

Akibatnya kondisi semakin memanas, petugas Satpol PP nyaris emosi namun berhasil diredam Kasatpol PP. Selain memerintahkan anggotanya mundur, Sofyan juga minta kepada pedagang untuk tidak melakukan pelemparan.

Ketegangan pun mereda, satu persatu petugas Satpol PP pun tarik diri, sedangkan pedagang pun tak ada yang melakukan pelemparan. Kemudian Sofyan mengingatkan kepada para pedagang agar tidak berjualan kembali di badan jalan tersebut.

BACA JUGA
Jurus Hadapi Begal ala Wakil Walikota Medan: “Lempar Pake Batu Pelakunya”
Wawakota Medan Minta Personil Satpol PP Harus Kuat Fisik dan Mental

“Saya minta badan jalan ini tidak dipergunakan lagi untuk tempat berjualan.  Selain melanggar peraturan, juga menyebabkan terjadinya kemacetan. Apabila bapak dan ibu kembali berjualan, kami akan melakukan penertiban kembali,” tegas Sofyan.

Baca Juga:  Orang Tua Siswa Methodist III Beri Contoh Buruk untuk Anaknya

Usai mengingatkan para pedagang, Sofyan pun memerintahkan kepada seluruh anggotanya untuk meninggalkan lokasi. Bersamaan itu para pedagang pun langsung menyoraki para petugas Satpol PP sebagai bentuk protes atas penertiban yang dilakukan.

Setelah petugas Satpol PP meninggalkan lokasi, arus lalu-lintas lancar kembali. Apalagi separuh badan jalan yang selama ini dijadikan lapak berjualan oleh para pedagang kini sudah bersih, sehingga tidak menghalangi masyarakat pengguna jalan melintasinya.

Kasatpol PP Kota Medan, M Sofyan menjelaskan, penertiban ini dilakukan untuk menindaklanjuti perintah Walikota Medan, Dzulmi Eldin. Sebab, Walikota selama ini sudah cukup banyak menerima pengaduan dan keluhan dari masyarakat sekitar maupun pengguna jalan, sebab kawasan Pasar Sei Sikambing rawan kemacetan akibat separuh badan jalan digunakan  sebagai lapak berjualan.

“Keberadaan para pedagang kaki lima ini sudah sangat meresahkan sehingga harus ditertibkan! Kalau mau berjualan, jangan di badan jalan. Sebab, Pemko Medan melalui PD Pasar telah menyediakan lokasi berjualan di Pasar Sei Sikambing. Untuk itu kita akan terus melakukan pengawasan, setiap hari kawasan ini akan kita pantau. Apabila para pedagang kembali berjualan, langsung kita tertibkan!” jelasnya.

Baca Juga:  Bobby Nasution Dan Kopasude Susuri Sungai Deli

Sebelum menertibkan pedagang kaki lima di Pasar Sei Sikambing, petugas Satpol PP juga melakukan penertiban rutin di Pasar Sutomo dan Pasar Tradisional Simpang Limun. Setelah itu menertibkan pedagang pulsa mobil di sepanjang Jalan Dr Mansyur.

Hanya saja penertiban kurang maksimal, sebab petugas Satpol PP tidak mampu mengamankan sekitar 13 mobil rusak yang dijadikan tempat berjualan pulsa akibat keterbatasan peralatan. Padahal mobil rusak itu ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya begitu mengetahui pwetugas Satpol PP datang melakukan penertiban. [fad]

Terkait


Berita Terbaru