Home / / Duh, Pelaku Pembunuhan Siswi SMP Bharlin School Masih Remaja

Duh, Pelaku Pembunuhan Siswi SMP Bharlin School Masih Remaja


Kapolres Kombes Pol Mardiaz Kusin saat mengintrogasi pelaku pembunuhan siswi SMP Bharlin School

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Setelah melakukan penyelidikan selama tiga hari, pelaku pembunuhan siswi SMP Bharlin School Sandra Yolanda Duha (13) akhirnya diringkus tim gabungan Polsek Deli Tua dan Satreskrim Polresta Medan.

Kapolresta Medan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, pelaku berinisial FNRG, ternyata masih dibawah umur yang berusia 16 tahun. Pelaku diamankan dari rumah orang tuanya di Jalan Nilam Raya, Simalangkar, Medan.

“Setelah penyelidikan selama tiga hari, tim gabungan menjemput pelaku sekitar pukul 00.30 tadi malam,”  jelas Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto, Rabu (17/8/2016) sore di Mapolresta Medan.

Mardiaz melanjutkan, pengakuan pelaku kepada petugas kepolisian, ia sama sekali tak mengenal korbannya tersebut. Pembunuhan tersebut pun terjadi secara spontan. Pelaku hanya berencana mengambil ponsel android milik korban.

Baca Juga:  Pasutri ‎Ini Kompak Jadi Pengedar Sabu di Kota Kisaran

Pembunuhan siswi SMP yang duduk di bangku kelas dua ini berawal dari saat pelaku melintas di lokasi kejadian di Jalan Jamin Ginting, Lauchi, Medan Tuntungan, Sabtu, (13/8/2016).

Saat bersamaan, sekitar jam 09.00 WIB, pelaku melihat korban sedang duduk di pondok yang biasa digunakan untuk berjualan air kelapa muda.

“Pelaku lalu datang menghampiri korban dan berpura-pura menanyakan arah Pancur Batu dimana. Pelaku pun meminta korban untuk mengantarkannya,” kata Mardiaz.

Namun, korban menolak permintaan pelaku. Saat itulah pelaku kemudian mencekik korban dan menyeretnya ke belakang warung es kelapa. Saat itu, korban dalam posisi ditimpa oleh pelaku. Korban sempat melakukan perlawanan dengan menggigit tangan pelaku. Hal itu membuat pelaku mengeluarkan pisau yang berada di pinggang pelaku.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Sibolga Laporkan Biro Perjalanan Jannatul Firdaus ke Polisi

“Pelaku menikam rusuk kiri korban sebanyak 2 kali. Korban tetap melakukan perlawanan. Pelaku kembali menikamkan pisau tersebut sebanyak 2 kali ke leher sebelah kiri korban,” ungkapnya.

Takut ketahuan pelaku mengambil ponsel korban yang diincarnya lalu pergi dengan sepeda yang digunakannya. Tiga hari kemudian, pelaku dicokok petugas.

“Pelaku kita jerat dengan Pasal 338 Subs Pasal 365 ayat ke (3) KUHPidana. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” tandas Mardiaz. [buwas]

Terkait


Berita Terbaru