Home / NEWS / Polda Sumut Pelajari Aduan Penghinaan Presiden dan Masyarakat Batak

Polda Sumut Pelajari Aduan Penghinaan Presiden dan Masyarakat Batak


Presiden Jokowi didampingi Menteri Pariwisata Arief Yahya saat Karnaval Pesona Danau Toba, Minggu (21/8/2016)

EDISIMEDAN.com, MEDAN -‎ Kepolisian Daerah Sumatera Utara masih mempelajari laporan yang diterima pihaknya mengenai dugaan penghinaan atau pencemaran nama baik melalui media sosial terhadap Presiden Joko Widodo dan masyarakat Batak.

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan‎ mengatakan, dalam perkara ini, pemilik akun media sosial facebook yang diduga melakukan penghinaan atau pencemaran nama baik melalui media sosial dilaporkan oleh Lamsiang Sitompul, Selasa (23/8/2016) kemarin.

“Kita ada terima laporan itu kemarin. Pelapor atas nama Lamsiang Sitompul. Yang dilaporkan Nunik Wulandari II, pemilik akun Facebook,” kata AKBP MP Nainggolan saat dikonfirmasi, Rabu (24/8/2016).

Baca Juga:  Soal Kapal Karam di Danau Toba, Kapolri Pastikan Periksa Dinas Perhubungan

‎Nainggolan melanjutkan, pencemaran atau penghinaan tersebut ditujukan kepada masyarakat Batak dan Presiden. Hal itu dilakukan akun Nunik Wulandari II di status facebooknya. Hal itu pun dijadikan bukti kata-kata yang dianggap penghinaan.

Setelah menerima laporan tersebut, pihak Polda Sumut pun akan segera menindaklanjuti hal tersebut. Kepolisian kata Nainggolan akan mempelajari laporan itu.

BACA JUGA
Kadisbudpar Sumut: “Penutup Kepala Jokowi untuk Karnaval, bukan Acara Adat Batak”

“Kita pelajari dulu laporannya. Kita kumpulkan bukti-bukti dan data. Soal penghinaannya, akan kita pelajari,” pungkas Nainggolan.

Dugaan penghinaan ini berawal ketika Presiden Jokowi menggunakan ‎ulos Radigup Sirara. Sedangkan Ibu Negara mengenakan ulos Tum-Tuman.

Baca Juga:  Terima Putusan PT TUN, JR Saragih Ajak Relawan Alihkan Dukungan kepada Salah Satu Paslon

Penutup kepala (topi) yang digunakan Jokowi memiliki bagian seperti wig. Tapi tersebut merupakan topi yang dipakai para pemimpin adat Batak. Inilah yang menjadi bahan olok-olokan para netizen.

Tokoh masyarakat Batak Monang Naipospos sempat berkomentar tentang hal itu. Menurutnya topi itu memang aneh dan tidak sesuai dengan tradisi Batak. Meskipun begitu ia memberikan pembelaan terhadap Jokowi.

“Mana ada salahnya dia (Jokowi), mana tahu-tahu dia itu. Tapi orang-orang Batak yang masih mencintai leluhurnya dan tradisinya itu yang ‎mengkritik. Jokowi kan enggak tahu, dia berfikir kalau orang Batak buat begitu ya itulah yang betul,” jelasnya. [buwas]

Terkait


Berita Terbaru