Home / / Tingkat Kematian Akibat TB di Medan Terus Meningkat

Tingkat Kematian Akibat TB di Medan Terus Meningkat


Pertemuan Konsolidasi Lintas Program/Lintas Sektoral Penanggulangan Tuberculosis (TB) di Kota Medan di ruang Rapat III Balai Kota Medan, Selasa (30/8/2016). Diharapkan pertemuan ini dapat meningkatkan kualitas dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama penanganan serta penanggulangan TB.

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Angka kesakitan dan kematian akibat Tuberculosis (TB) di Kota Medan meningkat dari tahun ketahun. Dari hasil survei prevalensi TB 2013 dan global TB Report 2015, didapat angka TB untuk Sumut, termasuk Kota Medan tahun 2015 dimana prevalensi TB 794/100.000 penduduk, insiden TB 501/100.000 penduduk dan angka kematian 41/100.000 penduduk.

“Tentu saja beban besar ini harus kita tanggulangi bersama. Untuk itulah kami mengundang bapak dan ibu guna membicarakan pengendalian TB,” jelas Kabid pengendalian Masalah Kesehatan mewakili Kadis Kesehatan Kota Medan, Masrita SKM Mkes dalam Pertemuan Konsolidasi Lintas Program/Lintas Sektoral Penanggulangan Tuberculosis (TB) di Kota Medan  di ruang Rapat III Balai Kota Medan, Selasa (30/8/2016).

Baca Juga:  Dinkes-Aspphami Kendalikan Hama Sektor Pariwisata

Hadir dalam pertemuan tersebut Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang), Qamarul Fatah mewakili Walikota Medan. Turut hadir Koordinator CTB-KNCV, dr Junida sinulingga MKes, Sukarni MKes mewakilis Kadis Kesehatan provinsi Sumut, Masrita SKM MKes mewakili Kadis Kesehatan Kota Medan, pimpinan SKPD, camat serta kepala puskesmas.

Qamarul menilai pertemuan ini cukup penting, sebab melibatkan dua pemerintah daerah yakni Pemko Medan dan Pemkab Deliserdang dalam rangka menanggulangi permasalahan TB di Sumut, khususnya di kedua daerah.

Dijelaskan Qamarul, TB merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang cukup banyak terjadi di Indonesia, bahkan dunia. Sumut termasuk salah satu wilayah dengan jumlah kasus TB terbesar di Indonesia.

Baca Juga:  Tiga Universitas di Jepang Teliti Endemi Cacing Pita di Simalungun

“Hal ini tentunya menjadi perhatian kita bersama, serta menjadi warning untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” kata Qamarul.

Dalam upaya penanggulangan TB ini bilang Qamarul, perlu melibatkan semua elemen masyarakat, pemerintah dan lembaga-lembaga yang bergerak di bidang kesehetan. Diyakininya, program ini dapat berjalan maksimal jika dikoordinasikan dengan segenap aparatur pemerintah, mulaui tingkat lingkungan, desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota sampai provinsi dan pemerintah pusat.

“Jadi kehadiran kita disini untuk meningkatkan konsolidasi dalam upaya menanggulangi masalah TB di Kota Medan maupun Kabupaten Deliserdang. Semoga pertemuan ini mampu memberikan berbagai solusi terhadap sejumlah permasalahan kesehatan yang ada di masyarakat, khususnya terkait dengan kasus TB sehingga kualitas hidup masyarakat semakin baik pada masa mendatang,” harapnya.

Baca Juga:  90 Persen Penderita Glaukoma Tidak Terdeteksi

Qamarul mengingatkan, sesungguhnya perbedaan wilayah administratif yang ada tidak boleh menjadi halangan bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas. Karena itu Qamarul mengajak bekerjasama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama terkait kebutuhan dasar di bidang kesehatan .

“Dengan adanya koordinasi dan konsolidasi  yang efektif, maka sejumlah program kebijakan dan kebijakan yang dilaksanakan akan memberikan dampak maupun hasil yang lebih maksimal ke depan,” harapnya. [ded]

Terkait


Berita Terbaru