Home / NEWS / Keluarga Pelaku Teror Bom Minta Maaf pada Pendeta dan Umat Katolik

Keluarga Pelaku Teror Bom Minta Maaf pada Pendeta dan Umat Katolik


Makmur Hasugian dan Arista beru Purba, orang tua pelaku teror bom di Gereja Stasi Santo Yosep, Jalan Dr Mansyur, Kecamatan Medan Selayang, meminta maaf kepada jemaat dan juga masyarakat Sumatera Utara.

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Makmur Hasugian dan Arista beru Purba, orang tua pelaku teror bom di Gereja Stasi Santo Yosep, Jalan Dr Mansyur, Kecamatan Medan Selayang, meminta maaf kepada jemaat dan juga masyarakat Sumatera Utara.

Permintaan maaf tersebut disampaikan orangtua pelaku IAH (17), saat menggelar siaran pers di Kantor Pusat Bantuan Hukum Peradi, Jalan Sei Rokan, Kamis (1/9/2016).

“Kami dari keluarga tidak tahu masalah ini dan tidak ada berniat menimbulkan keguncangan antar agama. Dalam kesempatan ini, saya dan istri selaku orangtua Ivan meminta maaf sebesar-besarnya kepada warga Indonesia khususnya Sumut,” katanya kepada awak media.

Baca Juga:  Menista Agama, Pria Ini Dituntut 3 Tahun di PN Rantau Prapat

Menurutnya, peristiwa teror benar-benar di luar dugaan. Selain itu, tidak ada sedikitpun niat keluarga yang ingin melukai hati umat Kristiani, khususnya umat Katolik.

BACA JUGA
Guru SMA 4 Medan Ungkap Misteri KTP Pelaku Teror Bom Gereja

“Kepada Pastor Albert, saya selaku ayah kandung IAH juga memohon maaf atas tindakan anak saya. Saya juga memohon keuskupan di Medan memafkan kami,” tutur Makmur sembari meneteskan air mata.

Selain itu, sambung Makmur, ia bersama isteri telah dipanggil aparat kepolisian dengan mendatangi Polresta Medan untuk memberikan keterangan mengenai anaknya yang menjadi pelaku teror.

“Ya, kemarin kita sudah datang ke Polresta Medan. Di sana kita diminta untuk memberikan akta lahir IAH. Namun, untuk motifnya saya tidak mengetahuinya,” pungkasnya.

Baca Juga:  Densus 88 Ambil Alih Penyelidikan Pelaku Teror Bom di Medan

Diketahui, akibat aksi nekatnya melakukan teror bom di Gereja St Yosep, pelaku IAH dijerat dengan pasal berlapis.

“Dalam kasus teror bom pelaku dijerat Pasal Terorisme, Undang-undang Darurat dan 338 jo 340,” terang Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto. [buwas]

Terkait


Berita Terbaru