Home / / Polda Sumut Bongkar Dua Lokasi Home Industri Sabu di Medan

Polda Sumut Bongkar Dua Lokasi Home Industri Sabu di Medan


Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting saat pemaparan di Mapolda Sumut, Senin (5/9/2016).

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Aktivitas para pelaku narkoba di Medan sepertinya tidak berhenti meski selalu terungkap. Kali ini, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut membongkar aktivitas industri rumah tangga pembuatan narkoba jenis sabu di Medan.

Penggerebekan dilakukan penyidik Polda Sumut di dua tempat berbeda, yakni di Jalan Pukat Banting I Komplek Rahayu Mas, Kelurahan Banten. Kecamatan Medan Tembung dan Jalan PWS, Kelurahan Petisah, Kecamatan Medan Petisah.

Dari dua tempat tersebut, berbagai barang bukti disita berupa peralatan, serta bahan baku pembuatan sabu.

‎”Kita melakukan penggerebekan setelah mendapat informasi dari masyarakat yang mengaku ada pembuatan narkoba jenis sabu. Kemudian kita lakukan penyelidikan,” ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting, Senin (5/9/2016) di Mapolda Sumut.

Baca Juga:  Kejati Sumut Tetapkan Empat Tersangka Dugaan Korupsi di Bapemas

Awalnya penggerebekan dilakukan di Jalan Pukat Banting I, Kecamatan Medan Tembung. Setelah itu, pengembangan dilakukan di lokasi lain di Jalan PWS Medan. Dalam penggerebekan itu, personel Polda Sumut meringkus empat orang pelaku.

Keempatnya diketahui bernama, Antoni Alias Danny Tong alias AFU (51), warga Jalan Waringin, Kecamatan Medan Tembung, Jhonni alias Aching (35) warga Jalan PWS dan Ega Halim (45) warga Jalan Sutomo, Medan.

Dari tangan para tersangka, turut diamankan barang bukti berupa, satu bungkus sabu 0,2 gram, dua butir pil ekstasi, cairan kekuningan dari proses pembuatan sabu, 4 jerigen cairan methanol, cairan putih.

Baca Juga:  Kadis Pertambangan dan Energi Provsu Resmi Jadi Tersangka Kasus Gratifikasi

Selain itu 1 jeriken sisa methanol, 1 botol air mineral berisi cairan putih, 1 jeriken adonan yang telah dicampur epidrin, 1 ember adonan yang telah dicampur epidrin.

Pipa paralon, panci penyaring epidrin, 16 bungkus bekas serbuk putih, 40 mangkuk penampung hasil olahan tepung epidrin, kompor elektrik, timbangan, kaca laboratorium, dan tongkat pengaduk, sabu-sabu dalam bungkus plastik bening, bong atau alat isap, kaca pirex, korek api gas, sedotan, dan stoples plastik.

“Atas perbuatanya, ‎para pelaku dijerat dengan Pasal 113 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (2) lebih subs Pasal 129 huruf a dan b jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya minimal 5 tahun penjara dan maksilan 20 tahun penjara,” tambah Rina.

Baca Juga:  BBPOM Grebek Pembuatan Mie Berformalin di Komplek Mulia Indah

“Pengakuan tersangka ini, mereka baru melakukan aksinya baru seminggu. Kita masih melakukan pengembangan terkait kasus ini,” tandas Rina. [buwas]

Terkait


Berita Terbaru