Home / NEWS / Indonesia Hadapi Bonus Demografi

Indonesia Hadapi Bonus Demografi


Gubsu Tengku Erry Nuradi dan ratusan manula serta pemuda-pemudi genre menari Maena khas Nias pada acara Hari Keluarga Nasional XXIII Tingkat Sumut di Nias, Jumat (16/9/2016). Hadir Kepala BKKBN Pusat Surya Candra Surapaty, Bupati Nias Sokhi'atulo Laoli, Ketua TP PKK Sumut Evi Diana Erry, Dubes Republic of Seychelles Nico Barito, Walikota Gunung Sitoli, Bupati dan Wakil Bupati se kepulauan Nias.

EDISIMEDAN.com, NIAS – Kepala BKKBN Pusat Surya Candra Surapaty mengatakan, bangsa Indonesia menghadapi kondisi kependudukan yang disebut bonus demografi dimana jumlah penduduk usia produktif mencapai 60%. Sebab itu, kuantitas dan kualitas penduduk harus bisa dikendalikan.

“Bonus demografi ibarat pedang bermata dua yang bisa menjadi anugerah namun bisa menjadi bencana kependudukan. Syaratnya SDM manusia berkualitas. Harus punya kompetensi dan karakter,” kata Surya Candra Surapaty pada peringatan Hari Keluarga Nasional XXIII Tingkat Sumut di Lapangan Merdeka Gunung Sitoli, Nias, Jumat (16/9/2016).

Hadir Gubenur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, Bupati Nias Sokhi’atulo Laoli, Ketua TP PKK Sumut Evi Diana Erry, Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Dubes Republic of Seychelles Nico Barito, Walikota Gunung Sitoli, Bupati dan Wakil Bupati se kepulauan Nias.

Baca Juga:  Program Baru EdisiMedan di Channel Youtube

Dia juga menjelaskan, rata-rata lama bersekolah orang Indonesia sekarang 7,6 tahun yang berarti tingkat pendidikan rata-rata orang Indonesia hanya sampai tingkat SMP kelas 2. Selain kompetensi yang masih rendah, karakter kita juga masih lemah, diantaranya tidak mau kerja keras, tidak mau belajar dan bekerjasmaa.

“Lebih penting karakter dari pada kompetensi. Bung Karno bilang bangsa yang tidak berkarakter akan jadi bangsa kuli.

Dalam kesempatan itu, Gubsu Tengku Erry Nuradi mengajak segenap masyarakat menerapkan 8 fungsi keluarga terutama untuk membentuk karakter dan kepribadian anak.

“Kedelapan fungsi keluarga itu adalah fungsi agama, sosial, cinta kasih, perlindungan, ekonomi, pendidikan, lingkungan dan fungsi reproduksi,” tegas Gubsu.

Baca Juga:  Polisi Gerebek Ruko di Sekip Produksi Puluhan Mesin Judi Jackpot

Erry menegaskan untuk membangun karakter bangsa, maka dibutuhkan keluarga yang berkarakter sebagai pondasi utama. Dan mewujudkan keluarga berkarakter hanya bisa dilakukan melalui pendidikan awal di dalam keluarga. Pendidikan awal itu dapat dilakukan dengan cara menerapkan delapan fungsi keluarga.

“Dengan menerapkan delapan fungsi keluarga, kita dapat membentuk karakter dan kepribadian anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Di dalam keluarga kita membangun generasi manusia yang utuh,  artinya membangun dari segala aspek, yaitu aspek kesehatan, pendidikan, karakter dan budi pekerti yang luhur,” jelas Erry.

Menurutnya setiap orang, setiap SDM harus terus dibangun dan diberdayakan melalui program KB. “Pada peringatan Hari Keluarga ini saya memberi hormat kepada seluruh keluarga yang ada di Sumut, terutama kepada para ibu yang memiliki andil dalam membangun keluarga Indonesia,” tukas Erry. [ded]

Terkait


Berita Terbaru