Home / / Polisi Tetapkan Pemilik Pukat Trawl Jadi Tersangka Ilegal Fishing

Polisi Tetapkan Pemilik Pukat Trawl Jadi Tersangka Ilegal Fishing


Kasus pembakaran dua unit kapal pukat trawl (Pek To) dan sebuah kapal lansir terjadi di perbatasan perairan Tanjung Leidong (Kab Labuhanbatu Utara) dan Sei Berombang (Kab Labuhanbatu) sekira 3 Km dari pinggir pantai Desa Simadulang, Minggu (9/10/2016).

EDISIMEDAN.com, RANTAUPRAPAT – Kepolisian Resort Labuhanbatu menetapkan 3 orang tersangka pemilik kapal pukat trawl yang diduga melakukan penangkapan ikan secara ilegal.

Ketiganya masing-masing, Aben sebagai pengusaha kapal dan dua orang lainnya selaku tekong (nakhoda kapal). Yakni, Rahmad Batubara Cs.

Mengantisipasi aksi serupa terjadi di tempat lain, Kapolres Teguh menghimbau warga agar dapat menahan diri dan tidak mudah terprovokasi.

BACA JUGA
Kronologi Tiga Pukat Trawl yang Dibakar Nelayan Labura

40 Warga Labura Diamankan, 11 Diantaranya Jadi Tersangka

“Masyarakat nelayan agar tidak mudah terpancing dengan hal-hal yang dapat memicu kerusuhan. Saya agar masyarakat tidak main hakim sendiri dan jangan mudah terpropokasi,” tegas Teguh.

Baca Juga:  Hukuman Ramadhan Pohan Diperberat Hakim Tingkat Banding

Ia menambahkan, warga agar berkordinir dengan Polisi Air setempat jika menemukan adanya kapal pukat ilegal beroperasi di perairan. “Polisi akan mengambil langkah tegas dalam menangani kasus ini,” jelasnya. [jar]

Terkait


Berita Terbaru