Home / MEDAN TODAY / Jokowi Lapor ke KPK, Sementara Walikota Medan Dilaporkan Terima Gratifikasi

Jokowi Lapor ke KPK, Sementara Walikota Medan Dilaporkan Terima Gratifikasi


CERIA. Walikota Medan Dzulmi Eldin (tengah) terlihat ceria saat melepas merpati ketika menghadiri acara yang digelar Podomoro City Deli Medan beberapa waktu lalu.

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Pekan ini, pemberitaan media dihiasi dengan berita Presiden Joko Widodo (Jokowi) melaporkan sendiri paket hadiah yang diterima dari perusahaan Rusia ke KPK. Berbeda halnya dengan Walikota Medan, Dzulmi Eldin yang justru dilapokan karena dugaan gratifikasi.   

Laporan tersebut dilakukan masyarakat yang mengatasnamakan diri Gerakan Rakyat Berantas Korupsi Sumatera Utara (Gerbraksu) yang dikoordinir oleh Saharuddin, pada Kamis 13 Oktober lalu.

Pelaporan ini terkait dugaan gratifikasi Walikota Medan Dzulmi Eldin dengan munculnya foto-foto pejabat Pemko Medan yang berpergian dengan menggunakan jet pribadi.

Laporan yang disampaikan Gerbraksu ini diterima oleh petugas penerima laporan pengaduan masyarakat KPK dengan nomor informasi 86507.

Saharuddin mengatakan, pengaduan ini dilakukan agar KPK memiliki dasar untuk melakukan penyelidikan atas adanya dugaan gratifikasi terkait perjalanan yang terlihat di dalam foto tersebut.

BACA JUGA
Inilah Identitas Bos Podomoro dalam Jet Pribadi Bersama Pejabat Pemko

Baca Juga:  Empat Pimpinan DPRD Sumut Susul Gubernur Ditahanan KPK

“Kita ingin ada penyelidikan mengenai hal tersebut agar jelas kepada masyarakat. Yang bisa membuktikan ada gratifikasi atau tidak itu tentu nanti proses hukum,” kata Saharuddin dalam pernyataannya.

Dalam pengaduan tersebut, Gerbraksu juga dilampirkan foto-foto yang memperlihatkan para pejabat Pemko Medan tersebut sedang berada di dalam pesawat jet pribadi.

Di dalam foto tersebut, pejabat Pemko Medan yang diduga Walikota Medan Dzulmi Eldin terlihat sedang bersama seseorang yang mereka duga merupakan petinggi dari Podomoro.

Mereka juga melengkapinya dengan dokumen-dokumen pendukung lainnya seputar perjalanan tersebut yang berhasil mereka kumpulkan, termasuk kronologis perjalanan dan dugaan adanya kebijakan-kebijakan Pemko Medan yang diduga berkaitan dengan perjalanan tersebut.

Dokumen-dokumen yang dilampirkan juga menambah informasi dari laporan pengaduan yang mereka sampaikan pada pertengahan Mei 2016 lalu tentang gratifikasi itu seputar pemberian ijin pembangunan proyek Podomoro Deli City, di Jalan Putri Hijau, Medan.

Baca Juga:  [video] Janji Akhyar-Salman dan Bobby-Aulia untuk Masyarakat Medan Utara

“Semuanya sudah kita serahkan ke KPK dan kita berharap agar penyidik segera melakukan penyelidikan,” tandasnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sendiri, akan menelaah laporan gratifikasi oleh Presiden Joko Widodo. Laporan pemberian hadiah dari perusahaan minyak asal Rusia lewat PT Pertamina (Persero) ini akan didalami Direktorat Gratifikasi KPK.

“Akan ditelaah dulu oleh tim dari Direktorat Gratifikasi,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, Sabtu (29/10/2016).

BACA JUGA
Walikota Akui Terima Rp 73,4 Miliar dari IMB Podomoro

Komisi antirasuah punya waktu 30 hari sesuai Undang-undang Pemberantasan Tipikor untuk mengambil kesimpulan terkait laporan gratifikasi itu.

Sebelumnya, Kepala Sekretariat Presiden Jokowi, Darmansjah Djumala yang ditugaskan melapor gratifikasi ke KPK, mengatakan, gratifikasi itu diberikan melalui pihak ketiga yakni PT Pertamina. Dari Pertamina, diserahkan ke presiden melalui sekretariat negara dan ajudan.

Baca Juga:  Ny Hj Nurul Ajak Kaum Ibu Dukung & Sukseskan Program Pemko Medan

Paket itu berisi 3 macam benda yang diberikan dalam waktu yang tidak bersamaan. Satu paket berisi lukisan, kemudian paket lainnya berisi tea set, dan terakhir berupa plakat.

“Tiga inilah yang kita laporkan ke Pak Agus Rahardjo,” ucap Darmansjah.

Menurut Darmansjah, paket-paket itu diberikan berkala sejak kunjungan Presiden Jokowi ke Rusia beberapa waktu lalu. Namun pemberian paket itu tidak langsung ke tangan Presiden Jokowi tetapi melalui Pertamina.

Adapun erusahaan minyak di Rusia yang memberikan paket itu bernama Rosneft Oil Company. Presiden Jokowi memang pernah melakukan pertemuan dengan CEO Rosneft, Igor Sechin, pada 20 Mei lalu di Hotel Radisson Blu, Sochi, Rusia. [ded|bbs]

Terkait


Berita Terbaru