Home / NEWS / Honorer Dishub Medan Setubuhi Gadis Belia Berulangkali

Honorer Dishub Medan Setubuhi Gadis Belia Berulangkali


CABUL. Oknum honorer Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan bernama Darmapala alias Wak Darma (50), terpaksa meringkuk di sel tahanan Polres Pelabuhan Belawan, Kamis (3/11/2016)

EDISIMEDAN.com, LABUHAN – Oknum honorer Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan bernama Darmapala alias Wak Darma (50), terpaksa meringkuk di sel tahanan Polres Pelabuhan Belawan, Kamis (3/11/2016).

Warga Jalan Young Panah Hijau Lingkungan 9, Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan itu disangka setubuhi seorang gadis cantik yang masih belia alias di bawah umur, sebut saja Ayu (17), warga Marelan.

“Tersangka kita tangkap saat sedang bekerja mengatur jalan di Pasar 5 Marelan (Dishub) Kota Medan,” kata Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Tri Setiadi Artono didampingi Kasat Reskrim, AKP Edi Safari, Kamis (3/11/2016).

Kapolres mengatakan, tersangka sudah sering melakukan pencabulan terhadap korban sehingga tidak bisa terhitung berapa kali tersangka melakukannya.

Baca Juga:  MC "Setrap" SBY Selama 4 Menit di Podium

“Modus tersangka melakukan pencabulan dengan mengiming-imingi hanpone baru, memberi uang atau membantu keluarga korban,” kata Kapolres.

BACA JUGA
Siswa SMK Delima di-Polisikan karena Dituding Cabuli Pacar

Kapolres bilang, pertama kali tersangka mencabuli korban pada Juni 2015 lalu sekitar pukul 16.00 wib di kamar mandi tambak udang milik tersangka di kawasan Jalan Sicanang Kering, Kampung Sentosa, kelurahan Belawan Sicanang, kecamatan Medan Belawan.

“Yang terakhir dilakukan tersangka pada Minggu 2 Oktober 2016 lalu di Cafe Lesehan Simpang Bundar Jalan Ileng, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan,” kata orang nomor satu di Polres Pelabuhan Belawan itu.

Baca Juga:  Semua Sudah Tahu PPP Bakal Dukung Bobby Nasution

Kata Kapolres, persetubuhan terhadap korban dengan cara bujuk rayu, tidak melalui kekerasan.

“Tersangka bakal dijerat dengan pasal 76 D dan atau pasal 81 UU RI No 35 tahun 2014 atas perubahan UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dan saat ini kita sedang mengembangkan kasusnya lantaran bukan ini saja korban pencabulan yang dilakukan tersangka tapi ada korban-korban lain,” jelas Kapolres. [fad]

Terkait


Berita Terbaru