2017, Manulife Aset Manajemen Indonesia Catat Pertumbuhan Fenomenal

    115
    Diskusi dengan tema Memahami Kebutuhan Investasi Keluarga Indonesia yang diadakan MAMI, Selasa (27/3) di Jakarta. (kiri ke kanan) Heryadi Indrakusuma - Director & Chief Solution and Marketing Officer PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Afifa - Director & Chief Distribution Officer MAMI, Legowo Kusumonegoro - President Director MAMI, Justitia Tripurwasani - Director & Chief of Legal, Risk and Compliance Officer MAMI merangkap Ketua Unit Pengelolaan Investasi Syariah (UPIS) MAMI, dan Ezra Nazula - Director & Chief Investment Officer, Fixed Income MAMI. [edisiMedan.com/istimewa]

    EDISIMEDAN.com, JAKARTA – Penghargaan Best Fund House yang diraih PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) tidak terlepas dari performa yang dicapai sepanjang tahun 2017.

    Betapa tidak? Aset yang dikelola PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) dalam 24 produk reksa dana meningkat signifikan sebesar 62% dalam waktu satu tahun.

    Dari semula Rp 15,9 triliun menjadi Rp 25,7 triliun, jauh melampaui angka pertumbuhan industri reksa dana di Indonesia yang sebesar 35%. Sehingga, total dana kelolaan MAMI mencapai Rp 65,7 triliun pada akhir tahun 2017, atau meningkat 28% dalam waktu setahun.

    “Dana milik lebih dari 197 ribu investor Indonesia tersebut dikelola dalam 24 produk reksa dana dan 46 mandat investasi,” kata Presiden Direktur MAMI, Legowo Kusumonegoro, dalam pertemuan yang digelar di kantor Manulife, Senin (27/3/2018).

    Menurut Legowo pertumbuhan ini tidak terlepas dari solusi inovatif yang ditawarkan kepada para investor dan calon investor. Sekaligus memahami kekhawatiran masyarakat investor akan volatilitas pasar dan keinginan untuk mengoptimalkan imbal hasil investasi.

    “MAMI menawarkan reksa dana Manulife Pendapatan Bulanan II (MPB II) yang memiliki tingkat risiko lebih rendah. Selain itu, tahun lalu kami juga fokus menawarkan reksa dana syariah. Pada 12 Mei 2017, kami meluncurkan reksa dana Manulife Syariah Sukuk Indonesia (MSSI), yang memungkinkan masyarakat untuk berinvestasi dengan dana minimal Rp 10 ribu. Selain dirancang untuk investor umum, MSSI juga dapat menjadi produk investasi pilihan bagi para investor pemula,” jelasnya.

    Legowo bilang, MSSI diluncurkan untuk melengkapi dua reksa dana syariah sebelumnya, Manulife Syariah Sektoral Amanah (MSSA) yang diluncurkan pada tahun 2009 dan Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS (MANSYAF) yang diluncurkan pada Februari 2016.

    Sementara Justitia Tripurwasani, Director & Chief of Legal, Risk and Compliance Officer MAMI yang juga merangkap sebagai Ketua Unit Pengelola Investasi Syariah (UPIS) MAMI mengatakan, pada Mei 2017, MAMI telah membentuk UPIS.

    “Bersama Dewan Pengawas Syariah (DPS), MAMI selalu meningkatkan tata kelola investasi syariah yang telah sejalan dengan prinsip-prinsip syariah sekaligus peraturan Otoritas Jasa Keuangan terkait. Selain itu, MAMI juga membuat modul edukasi finansial “3i-amanah” (insyaf, irit, invest) dengan memasukkan topik tentang peraturan, prinsip, dan konsep pengelolaan investasi secara syariah,” beber Justitia Tripurwasani.

    Lebih lanjut Legowo menjelaskan, solusi inovatif yang ditawarkan MAMI disambut baik para investor. Dana kelolaan MPB II tumbuh sebesar 580% dalam waktu 1 tahun, dari semula hanya Rp 465,7 miliar menjadi Rp 3,2 triliun pada akhir tahun 2017.

    Sementara reksa dana MSSI yang belum genap satu tahun diluncurkan telah memiliki dana kelolaan sebesar Rp 609,7 miliar hingga akhir Desember 2017 lalu.

    Selain itu, dana kelolaan reksa dana MANSYAF pun tumbuh secara fenomenal, sebesar 2.255%, dari semula USD 13,8 juta menjadi USD 324,28 juta di akhir tahun 2017.

    “Dalam menawarkan solusi investasi yang inovatif, MAMI mengandalkan tiga jalur distribusinya yang kuat: institutional sales team, partnership distribution, dan wealth specialist and digital,” kata Legowo.

    BERITA TERKAIT

    Selain fokus pada pengembangan bisnis, MAMI juga melakukan beragam kegiatan sosial sebagai wujud kepedulian perusahaan dan karyawannya terhadap masyarakat.

    “Beragam aktivitas sosial dilakukan di tahun 2017, antara lain memberikan literasi keuangan bagi ibu-ibu PKK untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, lomba menulis artikel reksa dana bagi mahasiswa IPB, ITB, dan Universitas Brawijaya, membangun jembatan di Jawa Tengah, berbagi berkah Ramadhan bersama warga di Semarang, serta berbagi kebahagiaan Natal bersama anak-anak yang kurang beruntung dan para jompo di Jakarta Utara,” tukas Legowo. [ded]

    Apa Tanggapan Anda?