Home / / Sidang Kasus Penipuan Wasekjen DPP Partai Demokrat Diwarnai Aksi Tutup Mulut

Sidang Kasus Penipuan Wasekjen DPP Partai Demokrat Diwarnai Aksi Tutup Mulut


SIDANG PENIPUAN. Sidang lanjutan kasus penipuan senilai Rp 13,5 miliar yang menjadikan Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan sebagai terdakwa di PN Medan, Selasa, (31/1/2017) diwarnai dengan aksi tutup mulut yang dilakukan belasan massa.

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Sidang lanjutan kasus penipuan senilai Rp 13,5 miliar yang menjadikan Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan sebagai terdakwa di PN Medan, Selasa, (31/1/2017)  diwarnai dengan aksi tutup mulut yang dilakukan belasan massa.

Belasan pemuda yang hadir di Ruang Utama PN Medan tempat pelaksanaan sidang mantan calon Walikota Medan itu berlangsung mengenakan kaos putih bertuliskan  “Kaya-Miskin Pejabat Rakyat Semua Sama Dimata Hukum”. Mereka juga memakai masker sebagai penutup mulut, plastik itam sebagai penutup mata dan kapas yang diselipkan di telinga mereka.

Koordinator aksi, Tongam Fredi Sinaga mengatakan bahwa aksi tersebut sebagai wujud aksi tutup mulut mereka dan aksi tersebut juga sebagai gambaran dari sistem peradilan di Indonesia.

Baca Juga:  Besok, Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sadis di Mabar

“Kenapa kami lakukan aksi ini, karena ini menggambarkan telah terjadi pembungkaman terhadap kasus ini,” kata Tongam.

Lebih lanjut, Tongam menjelaskan mengapa mereka menutup mata, menutup telinga dan menggunakan masker, karena ini untuk menggambarkan hukum yang sedang terjadi saat ini.

“Kami tutup mata, tutup telinga dan menutup mulut karena hukum kita telah tuli dan buta yang tidak bisa melihat kebenaran dan mendengar keadilan,” jelasnya.

Tongam juga menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal persidangan dalam kasus Ramadhan Pohan tersebut. Bahkan sidang selanjutnya mereka juga akan tetap berpenampilan unik untuk menyindir penegak hukum di Indonesia.

Baca Juga:  Anggota DPRD Nisut Kabur Digerebek Istri Berduaan dengan WIL

“Kami tetap kawal kasus ini dengan penampilan yang berbeda-beda. Kenapa ketika si miskin yang punya kasus tindak pidana puluhan juta ditahan, sementara yang puluhan miliar tidak ditahan. Ada apa dengan hukum kita,” pungkasnya.

Saat ini persidangan kasus terhadap terdakwa Ramadhan Pohan masih digelar dengan  mendengar keterangan dari saksi korban. [ska]

Terkait


Berita Terbaru