Home / NEWSSUMUT / Belasan Siswa SMP dan Guru di Nisel Korban Pelecehan Kepsek

Belasan Siswa SMP dan Guru di Nisel Korban Pelecehan Kepsek


Belasan siswa SMPN 3 Aramo Nisel mendatangi Disdik mengadukan Kepsek yang dituduh melakukan pelecehan siswa, Senin (13/2/2017). [foto:sanuria.com]

EDISIMEDAN.com, NIAS SELATAN – Pasca heboh ciuman massal PNS Nias Selatan (Nisel) saat perayaan hari valentine, kini kabupaten itu kembali dihebohkan dengan kasus dugaan pelecehan seksual yag dituduhkan kepada seorang kepala sekolah SMP.

Masalah ini mencuat setelah belasan siswi kelas IX SMP Negeri 3 Satu Atap Aramo Nias Selatan (Nisel) ditemani orang tua dan komite sekolah, Senin (13/2/2017), mendatangi kantor dinas pendidikan (Disdik) di KM 7 Nisel melaporkan oknum Kepsek FDL SPd karena hobi meraba-raba tali pakaian dalam (BH) siswa saat memberi sanksi.

Seperti dilaporkan sanuria.com, siswa, Nisma Wati Buulolo (16), Bertamasi waruwu (15), Laia (15), Periaman Halawa kepada Kadisdik diwakili kabid Dikdas menuturkan, Kepsek sering menarik-narik tali pakaian dalam bagian atas.

Baca Juga:  Menkes RI Dukung Pembangunan New Wings RSUD Dr PirngadiĀ 

Tidak hanya itu, sang Kepsek juga menurut mereka kerap berusaha melihat celana dalam siswa dengan berbagai cara.

BACA JUGA
PNS Nias Selatan Ciuman Massal saat Valentine

“Pak Kepsek sering menarik-narik tali pakaian dalam saya, ketika saya protes bapak itu bilang itu bukan tali BH tapi tali plastik,” kata Laia diamini teman temannya.

Sementara Periaman Halawa mengaku, tali pakaian dalam dan bagian ketiaknya juga sering dipegang Kepsek. “Saya merasa dilecehkan,” adunya.

Salah seorang guru yang turut dalam rombongan siswi, Ibu Ndruru, menyampaikan pengakuan yang sama. Ia mengaku pernah digoda Kepsek dengan modus berbeda. “Saya juga pernah digoda pak Kepsek,” akunya membuat yang hadir terbelalak.

Baca Juga:  24 Ribuan Warga Binaan di Sumut Terancam Golput

Kabid Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PTK) Yasatulo Lase dan Kabid Sekolah Menengah Pertama (SMP) Elisama Lase merespon laporan siswi. Keduanya mengatakan akan memanggil Kepsek dalam waktu dekat untuk klarifikasi.

Sementara Kepala Sekolah SMPN 3 Aramo, Faduhusa Dodo Laia SPd kepada wartawan Minggu (19/2/2017) membantah dirinya disebut melakukan hal tak senonoh kepada para siswa dan guru. Ketika diminta tanggapannya soal pengakuan siswa, ia mengatakan hal itu tidak benar. “Tidak benar semua itu, ” bantahnya. [rhg]

Terkait


Berita Terbaru