Home / / 17 Bocah Lelaki di Tapsel Jadi Korban Pelecehan Seksual

17 Bocah Lelaki di Tapsel Jadi Korban Pelecehan Seksual


PELECEHAN SEKSUAL. Sebanyak 17 orang anak dibawah umur yang masih duduk di bangku sekolah taman kanak kanak dan sekolah dasar di Desa Janji Manahon, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan diduga menjadi korban pelecehan seksual dan sodomi seorang pria di desa mereka.

EDISIMEDAN.com, TAPSEL- Sebanyak 17 orang anak dibawah umur yang masih duduk di bangku sekolah taman kanak kanak dan sekolah dasar di Desa Janji Manahon, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan diduga menjadi korban pelecehan seksual dan sodomi seorang pria di desa mereka. Didampingi oleh orang tuanya, belasan bocah lelaki ini membuat pengaduan ke Polres Tapsel, Senin, (6/3/2017).

N Hasibuan, salah satu orang tua korban mengatakan  peristiwa ini terbongkar pada Senin, 27 Februari kemarin dimana anak lelakinya  berinisial RAH yang masih duduk di bangku taman kanak kanak bercerita mengalami kejadian pelecehan seksual yang dilakukan oleh SA, warga desa itu.

Baca Juga:  Kepergok Curi Sepeda Motor, Warga Binjai ini Tewas Dihakimi Massa

“Setelah kejadian itu anak ini datang ke rumah dan bilang dibawa ke kebun, dibuka celananya, dibarengi ditindih sama pelaku itu,” ujar N Hasibuan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara,  pengakuan korban bahwa pelaku yang diketahui berinisial SAH melakukan aksinya di perkebunan karet dengan modus memberikan uang Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu dan membawa korbannya jalan jalan sebelum dilakukan aksi bejatnya.

“Untuk sementara korban ada 17 orang, semua anak anak, umur yang paling besar ada 12 tahun dan paling kecil 5 tahun. Informasi yang kita dapatkan dibawa jalan jalan, lalu dikasih uang , dan kemudian terjadilah pencabulan itu,” ujar KBO Satreskrim Polres Tapsel, Iptu Syarin Batubara.

Baca Juga:  Empat Anggota DPRD Sumut Prapidkan KPK

Hingga saat ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Aatas perbuatannya, pelaku diancam dengan Undang- undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas  Undang undang Perlindungan Anak nomor 23 tahun 2002 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.  [ska]

Terkait


Berita Terbaru