Home / / Kasus Penjualan Aset PT KAI, Handoko Lie Diburon, Rahudman Dieksekusi

Kasus Penjualan Aset PT KAI, Handoko Lie Diburon, Rahudman Dieksekusi


EDISIMEDAN.com, MEDAN- Pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mengaku telah menerima salinan putusan Mahkamah Agung (MA) atas nama Handoko Lie, terpidana kasus pengalihan aset milik PT KAI Medan menjadi bangunan Centre Poin. Namun pihak kejaksaan belum bisa mengekseksui Direktur PT Agra Citra Karisma itu."MA telah memutuskan Handoko Lie dengan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan," kata Kasi Penkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian, Jumat, (10/3/2017).Menurut Sumanggar, pihak kejaksaan telah bekerjasama dengan Interpol maupun Imigrasi untuk mencari keberadaan Handoko Lie. Sebab kata Sumanggar saat ini, keberadaan Handoko tidak diketahui."Iya kimta minta agar menyerahkan diri agar yang bersangkutan menjalankan putusan MA," bebernya.Sementara kata Sumanggar, untuk terpidana lainnya dalam kasus ini yakni mantan Walikota Medan Rahudman Harahap sudah dilakukan eksekusi terkait putusan ini."Tim jaksa dari Kejari Jakarta Pusat mengeksekusi Rahudman pada 27 Februari 2017 lalu. Hukumannya sama dengan Handoko Lie," ungkap Sumanggar.Rahudman sendiri sebelumnya berada dalam tahanan Rutan Tanjung Gusta. Dia divonis bersalah dalam kasus korupsi semasa menjabat sebagai Sekda Tapanuli Selatan.Dalam kasus ini perbuatan pidana yang dilakukan kedua terpidana itu terkait peralihan dan penggunaan lahan PT KAI untuk pembangunan kawasan yang dikenal Centre Point. Saat itu Rahudman Harahap sebagai Wali Kota Medan. [ska]

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mengaku telah menerima salinan putusan Mahkamah Agung (MA) atas nama Handoko Lie, terpidana kasus pengalihan aset milik PT KAI Medan menjadi bangunan Centre Poin. Namun pihak kejaksaan belum bisa mengekseksui Direktur PT Agra Citra Karisma itu.

“MA telah memutuskan Handoko Lie dengan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan,” kata Kasi Penkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian, Jumat, (10/3/2017).

Menurut Sumanggar, pihak kejaksaan telah bekerjasama dengan Interpol maupun Imigrasi untuk mencari keberadaan Handoko Lie. Sebab kata Sumanggar saat ini, keberadaan Handoko tidak diketahui.

Baca Juga:  Usai Nonton Film Porno, Pengemudi Betor Ini Perkosa dan Gorok Siswi SMP

“Iya kimta minta agar menyerahkan diri agar yang bersangkutan menjalankan putusan MA,” bebernya.

Sementara kata Sumanggar, untuk terpidana lainnya dalam kasus ini yakni mantan Walikota Medan Rahudman Harahap sudah dilakukan eksekusi terkait putusan ini.

“Tim jaksa dari Kejari Jakarta Pusat mengeksekusi Rahudman pada 27 Februari 2017 lalu. Hukumannya sama dengan Handoko Lie,” ungkap Sumanggar.

Rahudman sendiri sebelumnya berada dalam tahanan Rutan Tanjung Gusta. Dia divonis bersalah dalam kasus korupsi semasa menjabat sebagai Sekda Tapanuli Selatan.

Dalam kasus ini perbuatan pidana yang dilakukan kedua terpidana itu terkait peralihan dan penggunaan lahan PT KAI untuk pembangunan kawasan yang dikenal Centre Point. Saat itu Rahudman Harahap sebagai Wali Kota Medan. [ska]

Terkait


Berita Terbaru