Home / / Polda Sumut Ungkap Praktek Prostitusi Online Lewat Facebook

Polda Sumut Ungkap Praktek Prostitusi Online Lewat Facebook


PROSTITUSI ONLINE. Personil Subdit II Ditreskrimsus Polda Sumatera Utara mengungkap praktik prostitusi melaluimedia sosial Facebook. Tiga orang selaku mucikari berhasil diringkus petugas pada Kamis, 9 Maret 2017 lalu.

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Personil Subdit II Ditreskrimsus Polda Sumatera Utara mengungkap praktik prostitusi melalui media sosial Facebook. Tiga orang selaku mucikari berhasil diringkus petugas pada Kamis, 9 Maret 2017 lalu.

“Pengungkapan kasus ini berawal saat personil kita mendapat informasi adanya praktek prostitusi online lewat Facebook terhadap akun facebook Nanda Aulia Lubis yang menawarkan perempuan yang bisa digunakan untuk layanan seks  komersil,” kata Wakil Direktur Ditreskrimsus Polda Sumut AKBP Maruli Siahaan, Jumat, (10/3/2017).

Berbekal informasi itu, kata Maruli petugas langsung melakukan penyelidikan terhadap akun tersebut. Setelah itu berkomunikasi dengan pemilik akun, personil Subdit II melakukan penyamaran dengan menyaru sebagai pria hidung belang.

Baca Juga:  Edan ! Kakek Bejat Ini Cabuli Bocah di Kandang Ayam Berkali-kali

“Jadi setelah transaksi, petugas yang menyamar janjian di salah satu hotel di Medan pada pukul 20.00 WIB,” bebernya.

Disana kata Maruli, sudah ada para tersangka yaitu ORK (22) selaku pemilik akun Facebook, NA alias Ipen (22) selaku pihak yang bertindak mencari wanita untuk pria hidung belang. Serta terdapat lima orang perempuan yang bertindak sebagai pekerja seks komersial masing-masing berinisial DST (23), Rara (22), Anisa (19), Dinda (18), dan Lisa (20).

“Semuanya langsung kita amankan dan kita bawa ke Kantor Subdit II Ditrekrimsus Polda Sumut,” ujar Maruli.

Dari pemeriksaan sementara, polisi kembali mengamankan salah seorang tersangka berinisial AA alias Akbar (22) yang juga bertindak sebagai mucikari.

Baca Juga:  Ini Aksi Kejahatan Yang Dilakukan 78 WNA Tiongkok dan Taiwan di Deliserdang

“Para mucikari itu menawarkan wanita tuna susila dengan tarif Rp 3 juta. Dari penjualan
itu para mucikari mendapat Rp 500 ribu/orang,” ungkap Maruli.

Polisi juga menyita barang bukti berupa tiga unit handpone, 4 kotak kondom, uang sebesar Rp 1 juta, screenshot akun Facebook pelaku dan selanjutnya memeriksa saksi-
saksi.

“Para pelaku mucikari akan dijerat dengan undang-undang mengenai Informasi dan Teknologi, serta undang-undang Pornografi Online dan undang-undang tyracfiking,” tutup Maruli. [ska]

Terkait


Berita Terbaru