Home / SUMUT / Polres Labuhanbatu Musnahkan 16 Kg Ganja dan 1,7 Kg Shabu

Polres Labuhanbatu Musnahkan 16 Kg Ganja dan 1,7 Kg Shabu


Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang SIK,SH bersama Dandim 0209/LB Letkol Czi Denden Sumarlin SE dan Bupati Labura H Khairuddinsyah Sitorus dan unsur Muspida saat pembakaran ganja di mapolres setempat

EDISIMEDAN.com, LABUHANBATU – Satnarkoba Polres Labuhanbatu musnahkan barang bukti narkoba jenis ganja kering seberat 16.606,14 gram, sabu seberat 17,56 gram dan ekstasi sebanyak 1.314 butir.

Dalam laporannya, Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP Mara Jungjung Siregar SH MH menjelaskan bahwa barang bukti narkoba yang dimusnahkan adalah sitaan dari 6 perkara pidana narkotika selama 3 bulan terakhir.

Diantaranya, perkara tersangka Fransiska Sikumbang dan Tumiati alias Umi. Perkara tersangka Syarif Irfan Ritonga. Perkara tersangka Muhammad Arifin Ritonga. Perkara tersangka Murhaban dan Helmi. Dan terakhir, perkara tersangka M Nasir.

“Jadi dari enam perkara ini kita musnahkan barang bukti berupa ganja, sabu dan pil ekstasi, yang pemusnahannya berdasarkan surat ketetapan dari pihak Kejari,” terangnya.

Baca Juga:  Grebek di Jalan Seksama, Polisi Amankan Pemakai Sabu dan Mesin Judi Jackpot

Pada kesempatan itu, Junjung juga menegaskan kalau semua barangbukti yang dimusnahkan itu adalah narkoba asli, bukan narkoba palsu, sesuai dengan hasil pemeriksaan tim labfour Poldasu yang sengaja dihadirkan.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang SIK SH dalam sambutannya berharap kepada semua pihak untuk turut berperan dalam pemberantasan narkoba di wilayah hukumnya. Termasuk peran pemerintah daerah di Labuhanbatu Raya ini.

Lebih jauh Frido memaparkan, tahun 2016 lalu, pihaknya telah melakukan penindakan sebanyak 364 kasus dengan rata-rata satu kasus perharinya. sedangkan selama 3 bulan terakhir selama 2017, sudah terdapat puluhan kasus dengan puluhan tersangka.

Baca Juga:  Korupsi Proyek Bapemas Provsu, Dua Dirut Event Organizer Jakarta Dituntut 2 Tahun

Bahkan kata Kapolres, banyaknya kasus dan tersangka narkoba itu telah membuat pihak Lapas Lobusona Rantauprapat kewalahan karena tak mampu menampung para pelaku kejahatan narkoba itu.

“Ya, saat ini Kalapas juga sudah menolak tahanan karena over kapasitas. Ini yang kita hadapi. Tapi apapun ceritanya, narkoba harus diberantas, kalau tidak generasi kedepan akan rusak dan habis,” tandasnya.

Tampak hadir, Dandim 0209/LB Letkol Czi Denden Sumarlin SE, Kejari Labuhanbatu, perwakilan PN Rantauprapat, pihak Pemkab Labusel dan Labuhanbatu serta sejumlah tokoh masyarakat dan ormas. [jar]

Terkait


Berita Terbaru