Home / BISNIS / Ini Ancaman Wajib Pajak yang Sembunyikan Hartanya Usai Program Tax Amnesti Berakhir

Ini Ancaman Wajib Pajak yang Sembunyikan Hartanya Usai Program Tax Amnesti Berakhir


TAX AMNESTY.Program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) akan segera berakhir pada 31 Maret 2017 mendatang. Sampai dengan 20 Maret 2017, jumlah uang tebusan yang masuk ke kas negara dari para Wajib Pajak di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Utara I mencapai Rp 4,6 triliun.

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) akan berakhir pada 31 Maret 2017 mendatang. Sanksi akan didapat bagi para Wajib Pajak yang masih menyembunyikan hartanya serta tidak mengikuti program ini.

Kanwil DJP I Sumut, Mukhtar mengatakan setelah 31 Maret 2017, pihaknya akan fokus pada dua hal. Pertama kata Muhktar, mereka akan komitmen untuk melaksanakan Pasal 18 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak.

“Disebutkan disana, apabilan ditemukan adanya data dan/atau informasi mengenai harta yang belum atau kurang diungkapkan dalam Surat Pernyataan Harta (SPH) maka harta tersebut dianggap sebagai tambahan penghasilan dan sanksi
berupa kenaikan 200 persen ,” beber Mukhtar dalam keterangan persnya, Selasa, (21/3/2017).

Baca Juga:  Tunggak Pajak Rp 6,5 Miliar, 3 Wajib Pajak di Medan Terancam Disandera

Kedua, kata Mukhtar, Kanwil DJP Sumut I berkomitmen untuk melakukan penegakan hukum secara intensif bagi wajib pajak yang tidak melaporkan harta kekayaannya. “Jadi nanti apabila tidak ikut, kita akan hitung kebelakang harta Wajib Pajak itu, ini kan jadinya merugikan WP itu sendiri. Makanya kita harapkan WP potensia untuk memanfaatkan sepuluh hari ini untuk mengikuti Tax Amnesty,” ujarnya.

Mukhtar pun menjamin Wajib Pajak yang mengikuti Tax Amnesti akan dilayani dengan baik. Bahkan menjelang penutupan program ini, pihak DJP Sumut I, kata Mukhtra bekerja ekstra.

“Jadi jam buka pelayanan kantor kita perpanjang hingga jam 21.00 wib. Sabtu dan Minggu juga kita buka. Bahkan pada 31 Maret kita buka hingga pukul 00.00 wib. Ini kita lakukan untuk memberikan kesempatan masyarakat memanfaatkan program ini,”pungkas Mukhtar. [ska]

Terkait


Berita Terbaru