Home / NEWS / Busyro Muqoddas: Hakim Perlu di Reassessment Tiap Lima Tahun

Busyro Muqoddas: Hakim Perlu di Reassessment Tiap Lima Tahun


SEMINAR PERADILAN. Seminar Nasional Independensi dan Akuntabilitas Peradilan di Indonesia yang digelar di Universitas Muhammadiyah Sumut (UMSU), Medan, Selasa (25/4/2017) menghadirkan sejumlah pembicaranya, salah satunya adalah mantan Ketua KY RI, Busyro Muqoddas.

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Mantan Ketua Komisi Yudisial RI, Busyro Muqoddas menyebutkan hakim di Indonesia seharusnya perlu menjalani reassessment setiap lima tahun sekali.

Ini disampaikan mantan Komisioner KPK itu dalam dalam Seminar Nasional Independensi dan Akuntabilitas Peradilan di Indonesia yang digelar di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, Selasa (25/4/2017).

Reassessment perlu dilakukan terhadap seluruh hakim untuk menjaga kualitas mereka. Tindakan ini, lanjutnya, perlu untuk mempertahankan independensi dan akuntabilitas para hakim, termasuk hakim MA,” kata Busyro.

Busyro mengatakan, hakim memiliki peran yang sangat penting dalam sistem peradilan di Indonesia. Sebagai salah satu penegak hukum, hakim memiliki peran krusial di Indonesia yang merupakan negara hukum.

Baca Juga:  Terlibat Perampokan BRI Simpang Barakas, Dua Warga Medan Dilumpuhkan Polisi

“Hakim PN ada yang sampai 65 tahun, PT 67 tahun, Hakim Agung 70 tahun. Bayangkan, kalau jadi hakim sejak umur 30 tahun, berarti sudah 40 tahun. Itu perlu dilakukan reassessment karena kalau tidak, ada perubahan mental, kejiwaan, pikiran, perilaku hakim. Yang rugi bukan cuma hakim tapi para pencari keadilan dan Indonesia,” ujar dia.

Melihat pentingnya reassessment dilakukan secara rutin, mantan Ketua KPK ini berharap, pemerintah dapat segera menerbitkan regulasi yang mengatur hal tersebut.

“Reassessment lima tahunan harus dilakukan. Reassessment ini perlu masuk RUU Jabatan Hakim yang sedang digodok,” kata Busyro. [ska]

Terkait


Berita Terbaru