Home / / Koordinatornya Ditembak Mati, Dua Kurir Narkoba Dituntut Seumur Hidup

Koordinatornya Ditembak Mati, Dua Kurir Narkoba Dituntut Seumur Hidup


KURIR NARKOBA.Dua kurir narkoba asal Aceh Tamiang dituntut penjara seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Medan. Keduanya yaitu Abdul Manan dan Irwan dinilai bersalah karena berusaha menyelundupkan 100 ribu butir pil ekstasi, 50 ribu butir pil Happy Five, dan sabu sebanyak 38 kilogram.

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Dua kurir narkoba asal Aceh Tamiang dituntut penjara seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Medan. Keduanya yaitu Abdul Manan dan Irwan dinilai bersalah karena berusaha menyelundupkan 100 ribu butir pil ekstasi, 50 ribu butir pil Happy Five, dan sabu sebanyak 38 kilogram.

Tuntutan terhadap kedua terdakwa dibacakan oleh Jpu Aisyah dalam persidangan yang digelar di Ruang Cakra VII Pengadilan Negeri Medan, Selasa, (25/4/2017).

Dihadapan Majelis hakim yang diketuai oleh Erintuah Damanik, Jpu Aisyah menyatakan kedua terdakwa bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca Juga:  Kejari Tahan ADK Kepala Unit BRI Sudirman Binjai Dalam Kasus Dugaan Korupsi Senilai Rp 6,3 Miliyar

“Menuntut supaya majelis hakim yang menangani perkara ini memutuskan para terdakwa melakukan perbuatan melawan hukum dengan bermufakat jahat tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I bukan tanaman dengan berat lebih dari 5 gram,” kata JPU Aisyah dalam persidangan.

Mendengar tuntutan yang dibacakan oleh Jpu, kedua terdakwa hanya menunduk lesu. Sementara Ketua majelis hakim Erintuah Damanik menunda sidang hingga sepekan mendatang untuk agenda pembelaan terdakwa.

“Sidang kita tunda sepekan mendatang untuk mendengarkan pembelaan. Jadi siapkan nota pembelaannya yah bapak penasehat hukum,” ujar Erintuah.

Baca Juga:  Temuan Orok Bayi dalam Plastik Hebohkan Warga Jalan Pertahanan Patumbak

Irwan yang merupakan warga Desa Bandar Baru, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, dan Abdul Manan, warga Dusun Cahaya, Desa Cinta Raja, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, Aceh ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Selasa (18/10/2016) malam.

Keduanya disergap di depan ruko Kompleks Perumahan The Imperium, Jalan TB Simatupang, Kelurahan Sunggal, Medan.  Seorang rekan mereka, Jumari (49), warga Desa Landuh, Rantau. Aceh Tamiang, tewas dalam penyergapan itu.

BNN menyatakan koordinator pengiriman narkoba itu ditembak karena melakukan perlawan.

Dari dalam Toyota Rush hitam, yang digunakan Irwan, Abdul Manan dan Jumari petugas menemukan  100 ribu butir pil ekstasi, 50 ribu butir pil happy five, dan 38 kg sabu-sabu. Narkotika itu dikemas dan dimasukkan dalam 6 tas dan 1 koper.

Baca Juga:  Kronologi Lengkap Jam per Jam Hingga Pelaku Tikam Leher Dosen UMSU 10 Kali

Selain itu ditemukan pula  uang tunai Rp 12 juta dan alat komunikasi.

BNN menyatakan, narkotika yang dibawa dari Aceh Tamiang itu diduga diselundupkan dari Malaysia. Rencananya barang haram itu akan diedarkan di Medan, Jakarta, Kepulauan Riau, dan kota-kota besar di Pulau Jawa. [ska]

Terkait


Berita Terbaru