Home / NEWS / Inilah Salinan Lengkap Putusan Vonis Ahok

Inilah Salinan Lengkap Putusan Vonis Ahok


VONIS AHOK, Mejelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis 2 tahun penjara kepada Basuki Tjahaja Purnama. Pria yang akrab disapa Ahok itu terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan penodaan agama Islam terkait surat Al Maidah ayat 51.

Salinan Putusan yang Menolak Pendapat Jaksa 

  1. Pengadilan tidak sependapat dengan penuntut umum tentang unggahan Buni Yuni menimbulkan keresahan, karena berada di luar konteks perkara ini. Dari seluruh saksi yang perdengarkan di persidangan, tidak ada satu saksi pun mengatakan informasi penodaan agama diperoleh dari Buni Yani. Saksi melihat video youtube yang diunggah Pemprov DKI.
  2. Terkait dengan niat, pengadilan juga tidak sependapat dan telah menguraikan unsur sengaja dan niat sebagaimana pertimbangan hukum di atas.
  3. Tentang tuntutan pidana dari penuntut umum agar terdakwa dijatuhi pidana bersyarat atau pidana percobaan, menurut pengadilan adalah tidak tepat. Dalam surat tuntutan pidananya, penuntut umum mencantumkan hal-hal yang dianggap memberatkan oleh penuntut umum. Dengan adanya tuntutan itu, maka tidak tepat penuntut umum menuntut pidana percobaan.
Baca Juga:  Ahok Divonis Dua Tahun, Ini Pertimbangan Majelis Hakim

Salinan Putusan yang Menolak Pendapat Kuasaha Hukum Ahok 

1. Terkait Pilkada
Bahwa terdakwa telah menyampaikan pembelaannya secara terpisah, dengan penasehat hukumnya, ternyata pembelaan terdawak tersebut tidak memuat argumentasi yuridis untuk dibebaskan dari seluruh dakwaan penuntut umum.

Tentang pembelaan penasehat hukum yang menilai kasus ini terkait dengan Pilkada karena terdakwa adalah salahsatu pasangan calon dalam pengadilan tidak sependapat.

Dan menurut pengadilan kasus ini murni kasus penodaan agama. Jika ada pihak-pihak yang memanfaatkan kasus ini dalam pilkada, itu memang bisa dimungkinkan, tetapi hal itu tidak berarti kasus ini terkait dengan Pilkada.

Kalau kasus ini seolah-olah tampak terkait Pilkada, karena kasus ini terjadi karena menjelang Pilkada dan berlangsung hingga pelaksanaan Pilkada. Dan karena hal ini disebabkan karena terdakwa mengucapkan kata-kata yang menjadi pokok persoalan perkara ini.

Baca Juga:  Caleg Husni Siap Jalankan Amanah Rakyat

Dari sekian banyak saksi pelapor, sebagian besar adalah orang-orang yang tidak ada kepentingan dengan Pilkda di Jakarta. Mereka juga bukan orang-orang yang berkecimpung dalam dunia politik, atau partai politik.

Tetapi sebaliknya, sebagian besar adalah orang-orang yang berkecimpung dalam bidang keagamaan. Dan bahkan dari beberapa orang saksi pelapor, mereka tinggal di luar Jakarta yang tidak ada kaitan dengan Pilkada di Jakarta.

BACA JUGA
Menista Agama, Pria Ini Dituntut 3 Tahun di PN Rantau Prapat

Seperti, saksi H Wiliuddin Abdul Rasyid Gani yang tinggal di Bogor. Dan melaporkan kasus ini ke Polres Bogor. Juga saksi Muhammad Asyroi Saputra yang tinggal di Kota Padangsidempuan dan melaporkan kasus ini ke Polres Padangsidempuan.

Baca Juga:  Diduga Diracun, Induk Gajah Ditemukan Mati di Perkebunan

Demikian juga dengan saksi Iman Sudirman yang tinggal di Kota Palu dan melaporkan kasus ini ke Polda Sulawesi Tengah di Palu. Mereka dalam melaporkan tidak ada yang mempersoalkan terdakwa sebagai salah satu calon dalam Pilkada. Tetapi mereka hanya mempersoalkan ucapan terdakwa di kepulauan seribu yang dilihat di youtube yang dirasakan sebagai penodaan agama supaya diproses secara hukum.

Dengan demikian, perkara ini adalah bukan perkara yang terkait dengan Pilkada tetapi murni perkara pidana tentang penodaan agama. [BACA HALAMAN SELANJUTNYA]

Terkait


Berita Terbaru