Home / / Kejari Medan Limpahkan Kasus Penistaan Agama ke PN Medan

Kejari Medan Limpahkan Kasus Penistaan Agama ke PN Medan


PENISTAAN AGAMA. Tersangka penista agama, Anthony Ricardo Hutapea

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Tak butuh waktu lama, tim penuntut umum Kejari Medan akhirnya telah melimpahkan berkas perkara Anthony Ricardo Hutapea, tersangka kasus penistaan agama ke Pengadilan Negeri Medan. Saat ini, kejaksaan menunggu jadwal penetapan sidang dari PN Medan.

“Iya, sudah kita limpahkan ke PN Medan pada Hari Rabu, 23 Mei kemarin. Ini kita tunggulah jadwal sidang dari hakim,” ujar Kasi Pidum Kejari Medan, Taufik SH, Jumat (26/5/2017).

Taufik menjelaskan untuk menangani perkara ini, pihak Kejari Medan sudah menunjuk 4 orang Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Timnya ada 4 orang diketuai Syafrudianto. Mereka lah nanti yang menyidangkan perkara ini,” katanya.

Baca Juga:  Dipakai Tempat Nyabu, Pondok di Pinggir Sungai Deli Dibakar Warga

Taufik juga tidak menampik jika kasus ini menjadi salah satu kasus yang akan menjadi perhatian publik. Sehingga atas dasar itu, kata Taufik mereka sudah berkordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengamankan setiap proses persidangan.

“Iya, ini kan kasus yang menjadi perhatian publik. Jadi kita sudah kordinasi ke Polrestabes Medan atau Polsek setempat untuk mengamankan setiap persidangannya nanti,” tutur Taufik.

Sebelumnya diberitakan, kasus penistaan agama yang dilakukan oleh tersangka Anthony Ricardo Hutapea (61) bakal segera memasuki proses persidangan di Pengadilan Negeri Medan.

Pasalnya tim penyidik Kejari Medan menyatakan berkas milik tersangka sudah lengkap. Bahkan penyidik Polri juga sudah menyerahkan tersangka beserta barang bukti ke Kejari Medan pada 15 Mei 2017 kemarin.

Baca Juga:  Dor..Dor...Dor.... Tiga Wartawan Medan Ditembak di Kampung Kubur

Anthony yang juga pengusaha di Medan itu dijerat dengan pasal 156 dan 156a KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

Anthony Hutapea ditangkap di Jalan Setia Budi, Medan, Sabtu (15/4), berdasarkan laporan dari Gerakan Anti Penistaan Agama Islam (GAPAI) Sumut. Dia dilaporkan telah menghina Nabi Muhammad SAW melalui postingan di akun Facebook-nya. [ska]

Terkait


Berita Terbaru