Home / BISNIS / Debit Danau Toba Turun, Inalum Turunkan Target Produksi

Debit Danau Toba Turun, Inalum Turunkan Target Produksi


Direktur Utama PT Inalum Winardi pada acara buka puasa bersama di Medan, Jumat (9/6/2017).

EDISIMEDAN.com, MEDAN – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), menurunkan target produksi aluminium pada tahun 2017 menyusul turunnya debit air Danau Toba sebagai penggerak turbin listrik perusahaan yang memproduksi inalum tersebut.

Dalam target Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2017 ini, Inalum menargetkan hanya memproduksi 241.030 ton aluminium, turun 4,7 persen dari tahun sebelumnya sebesar 257 ribu ton.

Direktur Utama PT Inalum Winardi menjelaskan, masalah ketersediaan air di Danau Toba saat ini menjadi perhatian serius manajemen perusahaan, karena berdampak ke rencana produksi.

“Untuk mengembalikan debit air Danau Toba sangat tergantung dengan kondisi alam.
Kami saat ini berusaha membuat hujan buatan di wilayah sekitar Danau Toba. Namun, usaha tersebut belum mampu mendongkrak jumlah debit air di Danau Toba naik secara signifikan,” kata Winardi pada acara buka puasa bersama di Medan, Jumat (9/6/2017).

Baca Juga:  Pedagang ini Mendapat Penghargaan Kios Terbersih

Kendati begitu, selama periode Januari sampai Mei 2017, PT Inalum sudah memproduksi batangan ingot sebanyak 87.873 ton atau 36,5 persen dari RKAP Tahun 2017 yaitu 241.030 ton.

Inalum juga tetap membantu permasalahan defisit listrik di wilayah Sumatera Utara. Dimana masih mengalokasikan sebagian dari produksi listrik sekitar 90 MW melalui PLN Sumatera Utara.

“Selain itu, beberapa proyek pengembangan Inalum yang merupakan salah satu proyek strategis nasional menunjukan progres positif. Saat ini kami sedang melakukan commissioning produk turunan aluminium berupa billet dan alloy, up-grading tungku peleburan, finalisasi studi kelayakan pengembangan smelter baru. Semuanya untuk pencapaian target 1 juta ton aluminium di tahun 2025,” ujar Direktur Utama PT Inalum Winardi pada acara buka puasa bersama di Medan, Jumat (9/6/2017).

Baca Juga:  Akhir Maret ini, Nasib PT Aquafarm Nusantara Diputuskan

Menurut Winardi, ekspansi pengembangan klaster aluminium di Kalimantan Utara (Kaltara), maka Inalum bersama pemerintah provinsi setempat telah menandatangani nota kesepahaman pada 6 Juni 2017.

BACA JUGA
Direktur Inalum dan Gubernur Kaltara Teken MoU Pembangunan Smelter Baru

“Untuk itu kami mohon doa restu dan dukungan agar proyek-proyek pemngembangan tersebut dapat direalisasikan sesuai target yang ditetapkan,” tambah Winardi.

Winardi juga menjelaskan capaian-capaian PT Inalum dalam kurun waktu setahun terakhir. Misalnya pada tahun buku 2016 lalu, Inalum mendapatkan laba bersih USD 66 juta atau melampai target USD 60 juta.

Keuntungan melebihi target ini diikuti dengan peningkatan kontribusi perusahaan dengan merealisasikan dana PKBL 2016 yang mencapai Rp 39,3 miliar. Sedangkan realisasi dana CSR mencapai Rp 11, 1 miliar, naik 195 persen dibanding tahun sebelumnya Rp 5,7 miliar.

Baca Juga:  Pelindo 1 Raih CSR Award 2017 Lewat Desa Wisata Danau Toba

“Sedangkan dari sisi penerimaan negara, pada tahun 2016 Inalum juga sudah menyetor kepada pemerintah Rp 643 miliar yang terdiri dari pajak pemerintah pusat, PNBP, Dividen 2016 sekitar Rp 268 miliar,” jelasnya.

Tahun ini, Inalum yang juga melaksanakan program BUMN Hadir untuk negeri berkontribusi membedah 45 rumah veteran di Aceh dan penanaman pohon 1.000 ha di lahan kritis Danau Toba.

“Sekali lagi ini semata sebagai komitmen mewujudkan pembangunan sosial dan lingkungan berkelanjutan khususnya di Sumatera Utara. Kami berharap memberi nilai tambah dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada Inalum,” tukas Winardi. [ded]

Terkait


Berita Terbaru