Home / CITYLIFE / Stroke, Gejala dan Apa yang Dilakukan untuk Mencegahnya?

Stroke, Gejala dan Apa yang Dilakukan untuk Mencegahnya?


PEMERIKSAAN KESEHATAN: Para medis saat melakukan pemeriksaan kesehatan dan lainnya bagi peserta penyuluhan tentang stroke yang digelar Perdossi Cabang Medan dalam rangka Hari Stroke Sedunia (World Stroke Day) di lapangan Biro Rektorat USU, Minggu (29/10/2017). [foto: Furqon]

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Stroke adalah suatu tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan peredaran darah otak dengan gejala berlangsung selama 24 jam atau lebih dan dapat menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain.

Ada dua jenis stroke, pertama stroke iskemik (penyumbatan). Jenis stroke ini paling sering atau 80 persen dari kasus stoke. Terjadi apabila pembuluh darah otak mengalami sumbatan oleh bekuan darah atau partikel lain seperti lemak.

“Kedua, stroke hemoragik (pendarahan) di otak akibat pecah pembuluh darah otak mengalami sumbatan oleh bekuan darah atah partikel lain seperti lemak. Terjadi karena perdarahan di otak akibat pecah atau bocornya pembuluh darah otak,” jelas dr M Taufiq Regia Arnaz pada penyuluhan Stroke di lapangan Biro Rektorat USU, Minggu (29/10/2017).

Baca Juga:  Rio Febrian dan GAC Sukses Hibur Warga Medan di Bulan Ramadan

Kegiatan yang dihadiri sekitar 200 peserta itu digelar Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) Cabang Medan dalam rangka menyambut Hari Stroke Sedunia (World Stroke Day).

Acara diawali pembagian gelang door prize, baju world stroke daya dan senam pagi bersama, donor darah, pemeriksaan kesehatan, darah, gula darah, asam urat, kolesterol dan fungsi kognitif bekerja sama dengan Azheimer Indonesia (Alzi).

Turut hadir Ketua Perdossi Cabang Medan, dr Iskandar Nasution Sp,S, FINS, ketua panitia dr Chairil Amin Batubara M.Ked (Neu),Sp.S dan wakil dr Iswandi Erwin M.Ked (Neu).

Taufiq menyebutkan ada beberapa kondisi yang merupakan faktor risiko utama dari stroke yakni penderita darah tinggi (hipertensi), penderita sakit gula/kencing manis (diabetes mellitus), kolesterol tinggi, orang yang merokok dan penderita penyakit jantung.

Baca Juga:  Kemenkes Fokus Tanggulangi Stunting, TBC dan Imunisasi

Lantas apa saja gejala serangan stroke? Beberapa gejala paling sering dari stroke yaitu kelemahan atau rasa kebas dari separuh badan. Gangguan komunikasi, kesulitan berbicara atau kebingunan, gangguan penglihatan, nyeri kepala mendadak tanpa ada penyebab yang jelas dan penurunan kesadaran (pingsan).

“Semua gejala terjadi tiba-tiba dan merupakan kondisi darurat yang harus ditangani oleh dokter. Sehingga tindakan harus segera, sesuai singkatan dari gejala umum stroke,” papar Taufiq sembari membagi-bagikan leaflet berisi pemberitahuan singkat padat dan jelas mengenai stroke kepada peserta.

Apa yang dilakukan untuk mencegah stroke? Jaga pola makan sehat (hindari) terlalu banyak garam, gula dan minyak. Olahraga yang cukup atau sekitar 30 menit sehari.

Baca Juga:  Beberapa Faktor Penyebab Kecantikan Payudara Berkurang

“Mempertahankan berat badan yang ideal, tidak merokok, mencegah/mengobati penyakit darah tinggi, sakit gula dan kolesterol tinggi,” jelasnya pada acara diselingi “Poco-poco Ceria” oleh PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) Neurologi.

Ketua Perdossi Cabang Medan, dr Iskandar Nasution, Sp S, FINS mengatakan tujuan diadakan penyuluhan stroke selain memperingati hari stroke sedunia, juga memberi informasi kepada masyarakat luas mengenai stroke. Antara lain meliputi pencegahan stroke, deteksi dini stroke dan penanggulangan stroke.

Menurut dr Chairil Amin Batubara, M. Ked.(Neu), Sp.S World Stroke Day digelar rutin setiap tahun serempak diperingati di seluruh Indonesia yang dihadiri oleh dokter-dokter spesialis saraf, residen neurologi, serta masyarakat awam. [fur]

Terkait


Berita Terbaru