Home / SUMUT / FK PPIUHK: Travel Umroh di Sumut Banyak yang Telantarkan Jemaah

FK PPIUHK: Travel Umroh di Sumut Banyak yang Telantarkan Jemaah


Forum Komunikasi Penyeleggara Perjalanan Ibadah Umrah dan Haji Khusus (FK-PPIUHK) Sumatera Utara, menggelar pertemuan di Medan, Rabu (15/11/2017) membahas tentang peningkatan pelayanan terhadap jemaah sekaligus mencegah travel atau biro perjalanan umrah nakal.

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Forum Komunikasi Penyeleggara Perjalanan Ibadah Umrah dan Haji Khusus (FK-PPIUHK) Sumatera Utara, menggelar pertemuan di Medan, Rabu (15/11/2017) membahas tentang peningkatan pelayanan terhadap jemaah sekaligus mencegah travel atau biro perjalanan umrah ‘nakal’.

Ketua FK PPIUHK Sumut, Ir H Soehady Aris mengakui, selama ini ada ratusan travel atau biro perjalanan umrah di Sumut sering membatalkan bahkan menelantarkan jemaah umrah di tanah suci.

“Kita tidak membantah selama ini ada travel biro umrah sering membatalkan bahkan menelantarkan jamaah,” katanya saat dikonfirmasi di sela-sela pertemuan.

Pada cara itu dihadiri H Bahrum Saleh MA dan H Erynova, mewakili Kakanwil Kemenag Pemprov Sumut, Kompol Herwansyah Putra, Kasubag SDM/Ronjas Polda Sumut, Sekretaris FK PPIUHK H Reza Pahlevi SE, Bendahara Hj Lidya, Ketua Pengawas Syahrizal Nasution, Anggota yang juga Direktur Operasional Siar Tour Medan, HM Nur Basir SE, Wakil Pimpinan Cabang Armindo Jaya Tour Hj Hamidah Tanjung dan puluhan pimpinan biro penyelenggara umrah.

Baca Juga:  Miris Dua Wanita Curi Bunga Di Binjai Utara

Soehady Aris mengatakan, Undang-Undang No.13/2008 tentang penyelenggara ibadah umrah mengamanatkan antara lain bagi biro yang belum mendapatkan izin Kementeraian Agama RI, harus berkoordinasi dengan biro penyelenggara umrah yang telah memperoleh izin.

“Bila pimpinan travel tersebut terus menjalankan usahanya, bisa dikenakan saksi berupa kurungan maksimal empat tahun penjara dan denda Rp500 juta,” ujar Pimpinan Gelora Indah Lestari ini.

Bahrum Saleh yang mewakili Kakanwil Kementerian Agama Sumut mengatakan, pertemuan dengan puluhan biro perjalanan umrah, tidak ada kaitan dengan kasus First Travel di Jakarta.

“Kami membahas bagaimana mengantisipasi travel ‘nakal’ dan mereka yang belum memiliki izin harus berkoordinasi dengan travel yang sudah mendapat izin dari Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama,” katanya.

Baca Juga:  Ini  Strategi Besar BI Dukung  Gernas BBI

“Bukankah jika kita memiliki biro perjalanan umrah berizin sangat membanggakan, bahkan marwah kita juga baik ditengah-tengah masyarakat,” tambah Bahrum Saleh.

Kompol Herwansyah Putra, mewakili Kapolda Sumut ketika ditanya sekitar pertemuan FK PPIUHK menyebutkan, pertemuan ini lebih meningkatkan silaturahmi sesama pimpinan biro perjalanan.

“Kalau saya diundang harus hadir, setidaknya memberikan masukan kepada pimpinan biro tersebut. Kita harapkan sebaiknya masyarakat dapat menggunakan biro perjalanan berizin jika melaksanakan ibadah umrah,” kata Kasubag SDM/Ronjas Polda Sumut.

Anggota Pengawas FK PPIUHK Sumut HM Nur Basir SE, menegaskan, calon jemaah umrah boleh saja mencari biro perjalanan penyelenggara umrah yang murah, namun mereka sebaiknya jangan murahan.

Baca Juga:  Umroh Fair Sukses dengan Nilai Transaksi Rp 2 Miliar

“Biasanya biro perjalanan murah itu sama saja dengan yang murahan, banyak kendala jamaah saat akan berangkat ibadah, bisa saja mereka terlantar di tanah suci,” ingatnya. [fur]

Terkait


Berita Terbaru