Home / POLITIK / Edy Rahmayadi Lawan Kuat Tengku Erry di Pilgub Sumut

Edy Rahmayadi Lawan Kuat Tengku Erry di Pilgub Sumut


Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi akan menjadi lawan terkuat Tengku Erry Nuradi di Pilgub Sumut 2018 mendatang. Pasalnya, teka-teki partai pengusung Edy Rahmayadi sudah terjawab setelah mendapat dukungan resmi dari Partai Gerindra dan PKS. [foto: ilustrasi edisimedan.com]

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi akan menjadi lawan terkuat Tengku Erry Nuradi di Pilgub Sumut 2018 mendatang. Pasalnya,  teka-teki partai pengusung Edy Rahmayadi sudah terjawab setelah mendapat dukungan resmi dari Partai Gerindra dan PKS.

Tiket itu didapat setelah Edy Rahmayadi mendapat sumbangan 21 kursi di DPRD Sumut. Jumlah kursi tersebut sudah melebihi syarat minimal (20 kursi) untuk dicalonkan sebagai Gubsu.

Meski begitu, menurut Sekjend DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani, pihaknya tidak alergi untuk berkoalisi dengan partai lain memenangkan Edy Rahmayadi.

“Kalau dengan PKS kita memang sudah solid untuk koalisi. Kita harapkan PDIP, Golkar, Hanura bisa sama-sama mendukung Edi Rahmayadi,” cetusnya.

BERITA TERKAIT
Gerindra Usung Pangkostrad Jadi Gubernur Sumut
Ini Alasan PKS Usung Edy Rahmayadi

Baca Juga:  Fokus di Tim Jokowi-Ma'ruf, Agus Marwan Mundur dari Dirut PT Dhirga Surya

Pernyataan serupa juga disampaikan PKS. Menurut anggota FPKS DPRD Sumut, Ikhrimah Hamidy, jumlah kursi tersebut belum cukup aman bagi Edy Rahmayadi.

“Jadi Pak Edy perlu menggalang kekuatan dari partai-partai lain. Perlu kerja keras lagi. Tapi yang pasti, PKS akan komit dengan apa yang sudah diputuskan,” jelas.

Edy Rahmayadi sendiri mengaku sudah mengantongi dukungan dari empat partai. Selain Gerindra dan PKS, dia menyebut ada dua partai lagi.

“Tapi ini tidak untuk diekspos. Saya masih aktif di TNI jadi tidak boleh berpolitik. Nanti pada waktunya, saya akan mengundurkan diri (dari TNI),” ujar Edy Rahmayadi pada sebuah acara di bulan September lalu.

Baca Juga:  Ziarahi Makam Tokoh-tokoh Sumut, Djarot Tetap Jalin Silaturahmi Dengan Gubernur Dan Mantan Gubernur

Diketahui, Sumatera Utara memiliki jumlah 100 anggota DPRD dan penduduk sekira 13.937.797 jiwa. Bila diusung parpol dengan representasi jumlah kursi DPRD, maka setiap calon minimal diusung 20 persen kursi.

Mengingat tidak satupun parpol memiliki 20 kursi di DPRD Sumut, maka langkah koalisi (penggabungan beberapa parpol) menjadi sebuah keharusan.

BACA JUGA
PDIP Ingin Tetapkan Calon Gubernur Lebih Cepat

Sebelumnya Tengku Erry Nuradi, bakal calon gubernur incumbent, juga sudah mendapatkan dukungan dari partai Nasdem, PKB, PKPI dan Golkar. Sumbangan dari partai pendukung pemerintah itu, Erry sudah meraup 28 kursi.

Hingga November 2017, baru Tengku Erry Nuradi dan Edy Rahmayadi yang sudah mendapat dukungan resmi dari partai politik untuk maju di Pilgub Sumut.

Baca Juga:  LSI Denny JA : Selamat Datang Eramas Jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut

PDIP dan Demokrat sebagai kursi terbanyak di DPRD Sumut belum secara resmi menyatakan dukungan pada calon tertentu. Sehingga menarik ditunggu kebijakan politik seperti apa yang akan dilahirkan kedua partai tersebut.

Diingatkan, jumlah anggota DPRD Sumut sebanyak 100 orang. Rinciannya, Partai Golkar (17 kursi), PDI Perjuangan (16 kursi), Partai Demokrat (14 kursi), Partai Gerindra (13 kursi), Partai Hanura (10 kursi), PKS (9 kursi), PAN (6 kursi), Partai Nasdem (5 kursi), PPP (4 kursi), serta PKB dan PKPI masing-masing 3 kursi. [ded]

Terkait


Berita Terbaru