Home / / Polisi Kesulitan Lacak Penyebar Video Hanna Annisa

Polisi Kesulitan Lacak Penyebar Video Hanna Annisa


Skandal video mesum mahasiswi alumni Universitas Indonesia, Hanna Anissa menjadi viral di Indonesia. Mesin pencari google menempatkan kata kunci Hanna Anisa atau Hanna Anissa sebagai terpopuler dalam satu hari terakhir, Kamis (26/10/2017)

EDISIMEDAN.com, JAKARTA – Meski pelaku video meyes (mesum-red) yang heboh dijagat maya dalam beberapa bulan terakhir sudah mengakui perbuatannya, namun pihak kepolisian mengungkap pelaku penyebar video yang sempat menjadi viral akhir Oktober 2017

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Kota Depok Komisaris Putu Kholis Aryana mengatakan, tahap penyidikan kini mencari barang bukti berupa ponsel dan memory card yang digunakan merekam adegan antara Hanna Annisa dan mantan pacarnya Hafidz Amrullah.

Penyidik kesulitan mendapatkan barang bukti video porno karena sudah tak digunakan pemiliknya alias berganti pemilik. “Hal itu menjadi kesulitan tersendiri bagi kami,” kata Putu seperti dilansir Tempo.

Baca Juga:  Gadaikan Motor Kawan, Oknum Polres Humbahas Ditahan Polres T.Tinggi

Polisi harus mencari di mana barang-barang bukti tersebut setelah tak di tangan Hafidz Amrullah, bekas pacar Hana Anisa. Pelaku penyebar di dunia maya lebih mudah ditemukan jika ditemukan barang bukti. Putu tak menjelaskan bagaimana perkembangan perburuan pelaku oleh tim cyber.

Menurut Putu, video porno itu direkam pada 2015. Saat itu, Hafidz Amrullah dan Hana Anisa masih menjalin hubungan.

“Hanna Annisa (HA) mengakui bahwa pemeran wanita dalam video porno yang sempat viral beberapa waktu lalu adalah dirinya. Sementara itu, pemeran prianya berinisial HFZ yang merupakan mantan pacar HA,” ujar Putu.

BERITA TERKAIT

Baca Juga:  Terlibat Perampokan BRI Simpang Barakas, Dua Warga Medan Dilumpuhkan Polisi

Sebelumnya beberapa video porno beredar viral di media sosial dan grup obrolan WhatsApp pada medio Oktober lalu. Video-video itu diduga melibatkan siswa di Samarinda, Kalimantan Timur, serta alumnus Universitas Indonesia.

Polres Depok pun mengusut kasus peredaran rekaman video yang diduga terjadi di wilayah hukumnya tersebut.

Putu menyampaikan, pada pemeriksaan awal, keduanya sempat membantah bahwa pemeran video mesum itu adalah mereka. Namun, begitu ditunjukan bukti otentik, keduanya tak bisa mengelak. “Dari tim kedokteran, ada ciri-ciri khusus (HA dan HFZ),” kata Putu.

Meski HA dan HFZ terbukti sebagai pemeran dalam video tersebut, Putu mengatakan bahwa status mereka masih sebatas saksi.

Baca Juga:  Korupsi Pengadaan Komputer, Kejati Sumut Tahan Mantan Kadis Pendidikan Dairi

“Prinsipnya kami akan melangkah ke arah sana (penetapan tersangka), tapi kami kan harus melengkapi bukti dulu, masih ada saksi yang akan diperiksa. Kami akan periksa saksi kunci, kemudian kami lakukan gelar perkara,” tuturnya.

Setelah gelar perkara itulah pihaknya baru dapat menentukan status HA dan H. Setelah itu pihaknya akan mengumpulkan bukti untuk mencari penyebar video tersebut. [ded]

Sumber: Tempo
Terkait


Berita Terbaru