Home / NEWS / Hina Presiden dan Kapolri di Medsos, Eks Siswa SMK Ini Dihukum 18 Bulan Penjara

Hina Presiden dan Kapolri di Medsos, Eks Siswa SMK Ini Dihukum 18 Bulan Penjara


M.Farhan Balatif, terdakwa kasus penghinaan terhadap Presiden Jokowi dan Kapolri Jendreal Tito Karnavian di media sosial akhirnya dihukum 18 bulan penjara. Putusan terhadap eks siswa SMK di Medan ini dibacakan oleh majelis hakim yang diketuai oleh Wahyu Prasetyo Wibowo di PN Medan, Selasa (16/1/2018)
M.Farhan Balatif, terdakwa kasus penghinaan terhadap Presiden Jokowi dan Kapolri Jendreal Tito Karnavian di media sosial akhirnya dihukum 18 bulan penjara. Putusan terhadap eks siswa SMK di Medan ini dibacakan oleh majelis hakim yang diketuai oleh Wahyu Prasetyo Wibowo di PN Medan, Selasa (16/1/2018)

EDISIMEDAN.COM, MEDAN – M Farhan Balatif, terdakwa kasus penghinaan terhadap Presiden Jokowi dan Kapolri Jendreal Tito Karnavian di media sosial akhirnya dihukum 18 bulan penjara.

Putusan terhadap eks siswa SMK di Medan ini dibacakan oleh majelis hakim yang diketuai oleh Wahyu Prasetyo Wibowo di PN Medan, Selasa (16/1/2018).

Farhan dinyatakan bersalah telah melanggar Pasal 45 Ayat (3) UU RI No. 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas UU No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 27 Ayat (3) UU RI No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Terdakwa bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan, membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang memiliki muatan penghinaan serta pencemaran nama baik,” ujar Hakim Wahyu di Cakra V, PN Medan.

Baca Juga:  Prodi S2 Linguistik FIB USU Kembangkan Linguistik Korpus dan Big Data dalam Kuliah Daring

Dalam putusannya itu, majelis hakim juga menghukum pemuda itu dengan pidana denda Rp 10 juta dengan ketentuan denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana selama 1 bulan.

Farhan yang ditanyai tanggapan atas putusan itu mengaku langsung menerima vonis yang diberikan majelis hakim. Senada dengan terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Raskita JF Surbakti juga terima putusan tersebut.

Vonis yang diberikan majelis hakim lebih rendah dari tuntutan JPU. Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa ujaran kebencian, M Farhan Balatif alias Ringgo Abdillah, selama 2 tahun penjara dan denda Rp 10 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Sebelumnya, JPU menyebutkan Farhan melakukan penghinaan terhadap Presiden RI Joko Widodo dan Kapolri Jendral Pol. Tito Karnavian. Penghinaan dilakukan remaja berusia 18 tahun itu, melalui akun facebook dan twitter pribadinya.

Baca Juga:  Culik Pacar Karena Cinta Tak Direstui, Nasib Supir Angkot Ini Berakhir di Penjara

‎Penghinaan kepala negara dan kepala institusi kepolisian itu dilakukan dengan pengeditan foto (meme) untuk menghina dua pejabat tinggi negara itu.

Bahwa adapun maksud dan tujuan terdakwa memposting gambar-gambar dan tulisan tersebut melalui media sosial adalah untuk menghina dan menjelek-jelekkan institusi Kepolisian dan juga Kepala Negara yaitu Joko Widodo sehingga gambar dan tulisan yang terdakwa posting tersebut menjadi viral.‎

Saat diperiksa di Pengadilan, M. Farhan Balatif alias Ringgo Abdillah mengaku nekad menghina pimpinan negara dan Polri itu lantaran kesal akan kebijakan pemerintah. Diantaranya masalah kenaikan harga pangan,  juga tingginya angka pengangguran bahkan bahan pangan impor dari luar.

Baca Juga:  Djarot: Horas Tulang, Horas Nantulang, Pie Kabare?

Terdakwa ditangkap saat sedang santai didalam kamar rumahnya beralamat‎ di Jalan Bono No.58-F, Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, 19 Agustus 2017, lalu.‎ ‎[ska]

Terkait


Berita Terbaru