Home / NEWS / Susi Lestari, Korban Pembunuhan di Londut Merupakan Guru Honor dan Anak Pesantren

Susi Lestari, Korban Pembunuhan di Londut Merupakan Guru Honor dan Anak Pesantren


Susi Lestari, gadis berusia 19 tahun ini menjadi korban pembunuhan sadis yang terjadi di kebun Londut Aek Nabara, Labura. Foto diambil dari akun facebooknya Tarry LesTarii Charagiiel

EDISIMEDAN.com, RANTAUPRAPAT – Penemuan jenazah Susi Lestari (19), warga Dusun V Desa Mekar Marjanji, Kecamatan Aek Songsongan, Asahan, gegerkan warga Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Pasalnya, korban diduga diperkosa dan dibunuh, lalu mayatnya dibuang begitu saja dipinggir jalan perkebunan sawit Londut, Aek Kanopan. 

Jenazah Susi Lestari (sebelumnya Sisa Lestari-red), ditemukan warga tewas dengan tubuh mengenaskan, Kamis (8/2/2018) sekitar pukul 23.00 WIB di Afdeling IV Desa Londut Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labura.

Penemuan jenazah korban, sontak menjadi viral di media sosial facebook. Sebab, beberapa warganet ramai memperbincangkan kasus pembunuhan tergolong sadis tersebut. Sejumlah netizen memajang foto dan status pribadi korban di akun facebooknya.

Dari informasi warganet diketahui, ternyata korban merupakan guru honorer di SDN 118753 Londut, Labura.

Baca Juga:  Hari Ini, 11 Anggota DPRD Sumut Bakal Digarap KPK

Selain itu, korban juga berstatus sebagai mahasiswi jurusan Bahasa Indonesia semester 2 di Unisla Aek Kanopan. Korban juga diketahui alumni anak pesantren yang sempat menimba ilmu di Pondok Pesantren (Ponpes) Arkanuddin Sidomulyo, Desa Pulo Dogom, Kecamatan Kualuh Hulu, Labura.

Sosial media facebook Laburaku dan pemilik Hendra Al Falah, dalam status turut menginformasikan penemuan jenazah Susi Lestari.

Akun Facebook Laburaku menuliskan kronologi pembunuhan hingga mayat korban ditemukan di perkebunan sawit Londut itu.

Disebutkan, korban sepulang kuliah bersama boncengannya, warga afd IV Desa Londut pulang ke rumah. Korban mengantarkan terlebih dahulu boncengannya ke rumahnya sewaktu magrib.

Setelah itu, korban sendirian jalan pulang menuju Sibaianga mengendarai sepeda motor.
Keluarga yang menunggu tak kunjung melihat korban kembali sepulang kuliah.

Baca Juga:  Jadikan Pajak Petisah Ikon Belanja, Satpol PP Bersihkan Lapak PK5

Kemudian sekitar pukul 23.00 WIB, mayat korban ditemukan warga di kebun sawit di sekitar Jalan afd IV menuju Sibaianga.

BERITA TERKAIT

Laburaku lebih jauh menuliskan, korban ditemukan terbujur kaku dengan kondisi sangat memprihatinkan, leher memar, bengkak di bagian intim, dan ada tusukan.

Diduga juga, terjadi pemerkosaan dan murni pembunuhan. Sebab barang berharga korban masih utuh tidak diambil pelaku mulai dari dompet, hp, dan sepeda motor yang jaraknya cukup jauh dari penemuan jenazah.

Saat ini polisi sedang melakukan penyelidikan, dan mayat di autopsi ke RS di Pematang Siantar.

Keluarga sangat terpukul dengan kejadian ini dan berharap polisi segera menemukan pelakunya. “Semoga pelaku diberi hidayah dan mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya dan polisi segera menemukan,” tulis akun Laburaku.

Baca Juga:  Gunung Sinabung Terus Meletus, Relokasi Terhambat Lahan

Lebih jauh akun Laburaku mengungkapkan, korban dikenal baik dan ramah, terlihat banyak teman dan kerabat korban yang datang ke rumah duka yang dipusatkan di kediaman abang korban di afd IV Desa Londut.

“Hari ini banyak kerabat dari luar daerah yang juga melayat, semoga korban dalam keadaan khusnul khatimaht, Aamiin ya Rabbal alamin. Kepada warga agar tetap berhati-hati dalam vberaktivitas, mari saling memperhatikan lingkungan agar tercipta suasana aman dalam bermasyarakat,” tutup Laburaku.

Status itu mendapat 362 tanggapan dan 70 kali dibagikan serta puluhan komentar. [julian]

Terkait


Berita Terbaru