Home / POLITIK / Pengamat : Jika Tetap Dua Pasangan, Dinamika Pilgub Sumut Bakal Mirip Pilkada DKI Jakarta

Pengamat : Jika Tetap Dua Pasangan, Dinamika Pilgub Sumut Bakal Mirip Pilkada DKI Jakarta


Pengamat Politik UMUS, Arifin Saleh Siregar

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Arifin Saleh Siregar menyebutkan seandainya hanya dua pasang calon yang berhadapan pada Pilgub Sumut, maka dinamika yang muncul akan mirip dengan Pilkada DKI Jakarta.

Ini disampaikan Arifin, jika pasangan JR Saragih-Ance Selian yang pencalonannya dibatalkan KPU tidak melakukan gugatan.

“Kalau ada dua pasang, tidak bisa kita nafikan apa yang terjadi di Pilkada DKI kemarin kemungkinan besar akan pindah ke Sumut, dalam konteks dinamikanya, pertarungannya, isu yang dimainkan, kelompok-kelompok yang memainkan. Walaupun tidak persis sama, tapi akan mirip-mirip,” jelas Arifin, Selasa (13/2/2018).

Baca Juga:  Percantik Meskorem Parapat, Kasad Ucapkan Terimakasih kepada JR Saragih

Berita Terkait

Pengamat : Kalau JR Saragih Tidak Lakukan Gugatan, Masyarakat Pasti Akan Bertanya-tanya

Jika hanya dua pasangan itu, yakni Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus yang berhadapan, menurut Arifin, semakin sulit untuk memprediksi pemenangnya. Selama ini banyak beredar pendapat, kehadiran JR Saragih-Ance Selian membuat terpecahnya pendukung potensial Djarot-Sihar. Basis pendukung mereka dinilai serupa.

“Namanya juga pendapat, mana bisa kita bantah itu. Muncul pula pendapat, dengan putusan KPU ini akan bulatlah suara saudara-saudara kita yang Kristen ke Djoss (Djarot-Sihar),” paparnya.

Sementara itu, hingga Selasa (13/2/2018) siang belum ada tanda kejelasan pasangan JR Saragih-Ance Selian mengajukan gugatan ke Bawaslu. Sebelumnya, dihadapan awak media, JR Saragih menyatakan akan menggugat keputusan KPU Sumut yang membatalkan pencalonannya. [ska]

Terkait


Berita Terbaru