Home / NEWSPOLITIK / Ini Sikap DPP Partai Demokrat Soal JR Saragih- Ance Tak Lolos Pilgubsu 2018

Ini Sikap DPP Partai Demokrat Soal JR Saragih- Ance Tak Lolos Pilgubsu 2018


JR Saragih dan pasangannya Ance Selian dinyatakan tidak memenuhi syarat sebagai calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pilgubsu 2018. KPU Sumut menganulir pendaftaran pasangan ini dalam rapat Pleno Terbuka Pengumuman Penetapan Pasangan Calon Pilgubsu 2018 di Hotel Grand Mercure, Senin (12/2/2018). [edisimedan.com/istimewa]

EDISIMEDAN.com, JAKARTA – DPP Partai Demokrat angkat bicara soal pembatalan pasangan JR Saragih- Ance Selian oleh KPU Sumut di Pilkada 2018. Melalui Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Hinca IP Pandjaitan, Demokrat mengaku ada yang janggal dari keputusan KPU Sumut membatalkan pasangan tersebut.

“Partai Demokrat menegaskan kegagalan JR Saragih adalah sesuatu yang janggal, karena ia telah berkali-kali melewati proses administrasi yang memerlukan ijazah SMA, antara lain di TNI dan saat dua kali mencalonkan diri sebagai Bupati Simalungun,” tegasnya, Sabtu (17/2/2018).

Ditegaskannya lagi, saat mengikuti Pilkada Simalungun, JR Saragih sudah membuktikan soal ijazah SMA tersebut hingga keluar putusan PT TUN 13/G/pilkada/2015/PT-TUN-medan yang menyatakan bahwa ijazah JR Saragih adalah sah.

Baca Juga:  Sambirejo Langkat Berduka, Pabrik Mancis Terbakar 26 Orang Tewas

Berita Terkait

Soal Pembatalan Pencalonan, JR Saragih Resmi Gugat KPU ke Bawaslu

Ini Penjelasan KPU Soal Pembatalan JR Saragih

Sambil Menangis, JR Saragih Minta Pendukungnya Tidak Buat Keributan

Lebih lanjut, 19 Januari 2018, Disdik DKI mengeluarkan surat klarifikasi yang menyatakan bahwa ijazah dan STTB JR Saragih adalah sah. Sekalipun juga surat klarifikasi yang beredar dan ditandatangani oleh Sekretaris Disdik DKI yang substansinya menimbulkan polemik saat ini.

“JR Saragih adalah Bupati Kabupaten Simalungun 2 Periode. Beliau juga pernah menjadi anggota TNI. Artinya, JR Saragih tidak kali ini saja melewati proses administrasi yang memerlukan ijazah SMA,” bebernya.

Baca Juga:  Ruas tol Marelan-Helvetia Difungsikan H-7 Lebaran

Dengan ketidaklolosan pasangan yang diusungnya maka Partai Demokrat itu, pihaknya kata Hinca akan melakukan perlawanan dalam tiga bentuk sekaligus yaitu perlawanan hukum, politik, dan sosial.

Baca Juga

Pencalonannya Dibatalkan, Ini Tanggapan JR Saragih

“Berpegang pada fakta-fakta tersebut, Partai Demokrat akan melakukan perlawanan dalam 3 bentuk yaitu perlawanan hukum, politik, dan sosial. Secara hukum, kami akan menggugat ke Bawaslu, PTUN, hingga Mahkamah Agung, sampai keadilan menunjukkan dirinya. Bahkan, secara politik, kami meminta Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta memastikan ke Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan instansi terkait mengenai ijazah SMA JR Saragih.

Baca Juga:  Menara Pendingin PT Musim Mas Terbakar

Ketidakadilan yang diterima oleh JR Saragih, membuat Partai Demokrat terus menerus menjelaskan ketidakadilan ini secara terang menderang kepada masyarakat. Terlebih, Pemilu adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat.

“Penyelenggara pemilu haram untuk keliru dalam bertugas. Sebab, yang akan jadi korban dari kekeliruan itu adalah rakyat. Keganjilan ini membuat kita semua patut mempertanyakan integritas KPUD Sumut sebagai penyelenggara pemilu. Semoga bukan ketakutan lawan politik yang menjegal seorang JR Saragih, Bupati Simalungun dua Periode. Kita semua masih berharap tidak ada kekuasaan manapun yang bisa mengendalikan kebenaran di negeri ini,” pungkasnya. [ded]

Terkait


Berita Terbaru