Home / / Alamak, Pasutri Ini Racik Pil Ekstasi Dari Bedak Gatal dan Obat Demam

Alamak, Pasutri Ini Racik Pil Ekstasi Dari Bedak Gatal dan Obat Demam


HOME INDUSTRY NARKOBA. Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara menggrebek industri rumahan pembuatan sabu di kawasan Jalan Jalan Mawar, Lorong Sejahtera, Kecamatan Medan Polonia. Sepasang suami istri yang menjadi pengelola pabrik sabu ini turut diamankan. [edisimedan.com/ska]

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut membongkar home industry pembuatan ekstasi di Jalan Mawar, Lorong Sejahtera, Medan. Dua pemilik rumah, 3 pekerja dan 4 pengguna narkoba diamankan dari rumah itu.

Penggrebekan itu dilakukan pada uatan pil ekstasi itu, Rabu (14/2) sekitar pukul 18.00 Wib. Dua pemilik rumah yang diamankan yaitu pasangan suami istri (pasutri) DN (36), dan HP (39). Tiga pekerja yang diamankan masing-masing F (31), AE (32), dan ZE (45) Sementara 4 tamu yang kedapatan menggunakan narkoba di rumah itu masing-masing: M (30), S (27), R (30), dan AHN (43).

Dalam penggerebekan itu, petugas mengamankan 42 butir pil ekstasi warna hijau siap edar, 2 butir pil ekstasi warna merah, 2 butir pil esktasi warna hijau, 104,5 gram bahan baku berupa tepung warna hijau siap cetak, 25,6 gram bahan baku tepung hijau siap cetak, 1 set alat cetak dari nikel, 1 set blender, 2 martil karet, obat-obatan berupa Chloramphenicol, Mixagrib, Bodrex, Procold, Dextral, bedak gatal, dan 2 bong.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Sibolga Laporkan Biro Perjalanan Jannatul Firdaus ke Polisi

“Jadi ini merupakan home industry kecil-kecilan pembuatan pil ekstasi yang dilakukan oleh tersangka HP dan DN berikut 3 orang pekerjanya,” jelas Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Marsauli Siregar dalam keterangan persnya, Senin (19/2/2018).

Marsauli menerangkan, dalam kejahatan narkotika ini, HP dan DN meracik pil ekstasi itu dari sejumlah bahan lalu mencetaknya. Mereka dibantu 3 pekerjanya. Pasutri itu mengaku mulai membuat ekstasi sejak dua bulan lalu. Mereka mengaku belum banyak mengedarkannya.

“Mereka jual Rp 80 ribu per butir,” jelas Marsauli.

Menurut Marsauli, bahan-bahan yang digunakan tersangka untuk membuat pil ekstasi ini sangatlah berbahaya jika dikomsumsi.

Baca Juga:  Mertua Beni Sembiring Anggota DPRD Binjai Terpilih Dibacok 8 Jahitan

“Dapat dilihat dari bahan yang dicampurkan dalam pembuatan pil ekstasi itu,” tegasnya. [ska]

Terkait


Berita Terbaru