Home / MEDAN TODAYNEWS / Gawat, Mural Betor Karya Pelukis Jalanan Dunia di Medan Raib

Gawat, Mural Betor Karya Pelukis Jalanan Dunia di Medan Raib


KARYA SENI RAIB. Namun sayangnya, kini bagian becak motor yang ada di mural itu hilang. Belum diketahui kapan hilangnya bagian penting dalam karya seni itu. Namun banyak pihak yang menyayangkan hilangnya karya seni tersebut.[edisimedan.com/ska]

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Setahun belakangan ini mural tiga orang anak bersama orangutan yang digabung dengan miniatur becak motor menghiasi Jalan Perdana Medan. Tak sedikit, warga yang melintas mengabadikan atau pun berfoto bersama di depan karya pelukis jalanan dunia, Ernest Zacharevic itu.

Gambar diri Ernest berada di salah satu dinding bangunan tua. Mural itu bergambar 3 orang anak sedang bermain pada mural itu. Dua anak tengah bermain tepat di tengah. Sementara seorang anak berkaus merah sedang memanjat dibagian belakang becak. Tepat di atas becak, terdapat lukisan seekor orangutan kecil.

Namun sayangnya, kini bagian becak motor yang ada di mural itu hilang. Belum diketahui kapan hilangnya bagian penting dalam karya seni itu. Namun banyak pihak yang menyayangkan hilangnya karya seni tersebut.

Baca Juga:  Gubsu Tengku Erry Kenalkan Calon Menantunya ke Jokowi

“Dua hari yang lalu sudah tidak tampak lagi becaknya,” kata salah seorang pekerja percetakan undangan yang tak jauh dari lokasi mural, Gilang (20) saat berbincang, Selasa (6/3/2018).

“Karyanya bagus. Setiap harinya ada saja orang untuk berfoto di situ,” sambungnya.

Mural Karya Ernest Zacharevic di Jalan Perdana Medan sebelum hilang. [foto analisadaily]
Menanggapi hal ini, Direktur Orangutan Information Centre (OIC), Panut Hadisiswoyo, mengaku sangat prihatin, pasalnya karya tangan dari Ernest itu memiliki pesan bahwa manusia dengan orangutan bisa hidup harmonis tanpa ada konflik.

“Kita sangat prihatin ya. Ada seni sangat tinggi nilainya tapi tidak diperhatikan. Ini menunjukkan bahwasannya Medan merupakan wadah seni untuk tingkat internasional. Dengan hilangnya becak hasil mural itu menunjukkan hal yang simple bisa hilang. Mural itu sangat bagus, menggambarkan ada orangutan dengan anak-anak yang sedang bermain,” kata Panut.

Baca Juga:  Pemko Medan dan Grab Sukseskan PRSU 2019 dengan Layanan Smart Technology

Irsan Mulyadi, salah seorang fotografer di Medan juga menyampaikan kekesalannya terkait hilangnya karya seni itu. Dia mengaku terkejut saat melihat ada yang hilang dari bagian karya seni itu.

“Namun betapa terkejutnya aku, saat melihat karya mu sudah tidak utuh lagi. Entah apa di kepala orang yang mengambil “becak mu” itu Ernest. Mungkin si pelaku ingin meletakan becak itu di depan rumahnya atau dia ingin menceritakan kepada anggota keluarganya bahwa becak mu itu adalah barang seni bernilai tinggi. Benar kata orang Ernest, pot bunga di depan rumah saja bisa raib,” ucapnya.

Baca Juga:  Catat! Bank Dilarang Menolak Penukaran Uang Lusuh

“Ernest, kau yang tabah ya dan semoga kau tak bosan menghiasi karya mu di Kota Medan,” ungkapnya melalui media sosial. [ska]

Terkait


Berita Terbaru