Home / POLITIK / Usai Diperiksa, JR Saragih : Saya Mau Balik, Kita Tunggu Putusan PT TUN

Usai Diperiksa, JR Saragih : Saya Mau Balik, Kita Tunggu Putusan PT TUN


Setelah menjalani pemeriksaan sejak pukul 9.30 WIB, Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, JR Saragih akhirnya keluar dari ruang pemeriksaan Gakkumdu di kantor Bawaslu Sumut pada pukul 17.15 WIB.

EDISIMEDAN.com, MEDAN– Setelah menjalani pemeriksaan sejak pukul 9.30 WIB, Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, JR Saragih akhirnya keluar dari ruang pemeriksaan Gakkumdu di kantor Bawaslu Sumut pada pukul 16.00 WIB.

JR Saragih yang mengenakan kemeja putih itu keluar dengan pengawalan ketat pihak kepolisian. Bupati Simalungun itu juga tidak berkenan memberikan keterangan kepada awak media. Dia hanya melempar senyum saat wartawan memberinya pertanyaan.

JR Saragih langsung keluar menemui para pendukungnya yang sejak pagi sudah berorasi di depan Kantor Bawaslu Sumut. Disana, JR Saragih sempat berorasi di atas mobil pick up pendukungnya.

Baca Juga:  Bukan Dicopot, JR Saragih yang Minta di Plt-kan

BERITA TERKAIT

Kepada ratusan pendukungan, JR Saragih mengajak para pedukungnya menjaga suasana kondusif di Sumatera Utara.

“Saya mengajak seluruh relawan-relawan, sahabat-sahabat saya, keluarga saya untuk balik ketempat masing-masing. Jaga Sumatera Utara ini menjadi kondusif, jangan sampai kita menjadi rugi,”ucapnya Senin, (19/3/2018) sore.

JR mengatakan pasca diperiksa, dia akan kembali bekerja sebagai Bupati Simalungun. Dia juga meminta agar pendukungnya menunggu putusan PT TUN.

“Untuk itu, sekali lagi saya sudah selesai diperiksa. Teman-teman lihat saya mau balik dan kembali bekerja seperti biasa seebagai Bupati Simalungun, sambil menunggu putusan dari PT TUN,” sebutnya yang langsung disambut yel-yel ratusan pendukungnya.

Baca Juga:  Ustad Ade Darmawan: 'Karena Memilih Djoss Adalah Jihad'

Usai berorasi kurang lebih dua menit, JR Saragih langsung menyalami sejumlah pendukungnya dan setelah itu pergi menaiki mobil.

Sebelumnya, kuasa hukum JR Saragih, khwaluddin Simatupang mengatakan enggan berkomentar banyak soal pemeriksaan kliennya. Mereka sepakat sepakat tidak memberi komentar apapun.

“Saya menjalankan perintah klien, jadi tidak bisa berkomentar dulu,” kata Ikhwaluddin sambilelempar senyum kepada awak media.

Bahkan terkait penetapan tersangka yang dianggap tidak memenuhi syarat, Ikhwaluddin tidak berkomentar banyak. Meski dicecar banyak pertanyaan seputar kliennya, Ikhwaluddin hanya menjawab normatif.

“Itu bagian dsri strategi jadi gak bisa kita ekspos. Intinya kita tetap kooperatif. Kita menunjukkan iktikad baik sebagai negarawan. Karena JR Saragih juga Bupati Simalungun,” pungkas Ikhwaluddin. [ska]

Terkait


Berita Terbaru