Home / NEWSPOLITIK / Survei: Edy-Ijeck Berpeluang Besar Menang di Pilgub Sumut 2018‎

Survei: Edy-Ijeck Berpeluang Besar Menang di Pilgub Sumut 2018‎


Calon Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi silaturahmi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan relawan Eramas di Jalan Mawar Baru Sei Rampah, Sergai Senin (19/3/2018). Cagub Nomor Urut 1 itu mengaku prihatin jika Sumut sampai dipimpin tokoh yang bukan berasal dari Sumatera Utara. [edisiMedan.com/Sergai]

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Peneliti Center for Election and Political Party (CEPP) FISIP USU, Akhyar Anshori, menyatakan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah menjadi kandidat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara dengan peluang menang terbesar saat ini. 

Survei dilaksanakan mulai tanggal 3-7 Maret 2018 dengan melibatkan 650 responden yang tersebar di 33 Kab/kota yang ada di Sumut. Metode survei yang digunakan adalah multistage random dengan sampling error 3,8% dengan tingkat kepercayaan 95%.

“Jika pertarungan Pilgubsu head to head antara Edy Rahmayadi- Musa Rajekshah (Eramas) dan Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss), maka Eramas unggul dengan persentase 49,3%,” ujar Akhyar Anshori pada kegiatan diskusi yang bertajuk Membaca Keinginan Rakyat Sumatera Utara di Pilgubsu, Rabu (24/3/2018).

Baca Juga:  Soal Surat yang Dianggap Nistakan Agama Islam,  Ini Klarifikasi Bawaslu

Menurut Akhyar, jika survei dilakukan melalui pertanyaan terbuka atau spontan tentang siapa yang akan dipilih pada Pilgubsu, maka hasilnya Eramas memperoleh dukungan sebesar 47,85 % disusul Djoss sebesar 30,15% dan pasangan JR-Ance 6,92% dengan 15,08 % responden menyatakan belum menentukan pilihan, rahasia dan tidak menjawab.

Akhyar mengatakan, dalam survei ini juga diberikan pertanyaan tertutup dengan menggunakan kartu bantu pasangan calon sebagai pilihan dari responden, hasilnya pasangan Eramas masih mampu mengungguli pasangan lainnya, yakni dengan perolehan Eramas 49,08% suara disusul Djoss 30,31 dan JR-Ance 9,08% dengan 11,54% responden menyatakan belum menentukan pilihan, rahasia dan tidak menjawab.

Baca Juga:  Sihar Sitorus Dampingi Puan Maharani Temui Ratusan Guru di Medan

Lebih lanjut Akhyar menyatakan bahwa survei yang dilakukan oleh CEPP FISIP USU juga mencoba untuk melihat bagaimana sikap politik pemilih melalui simulasi bilamana pasangan calon hanya diikuti oleh 2 pasangan saja.

Ketika pasangan calon hanya ada antara Eramas dan Djoss, maka hasil survey menunjukkan 49,3% berbanding 34,5% dengan 16,3% responden belum menentukan pilihan, rahasia dan tidak menjawab.

BACA JUGA

Akhyar juga melakukan simulasi ke dua dengan mempertemukan Djoss dan JR-Ance. Pada Simulasi ini Djoss memperoleh 45,9% suara berbanding 17,40% suara JR-Ance dengan 36,7% responden belum menentukan pilihan, rahasia dan tidak menjawab.

Baca Juga:  Panglima TNI Menolak Pengunduran Diri Edy Rahmayadi

Akhyar mengatakan, hasil survey melalui simulasi ketiga antara Eramas dan JR Ance, 56,8% responden memilih Eramas dan 14,6% responden memilih JR-Ance dengan 28,7% responden menyatakan belum menentukan pilihan, rahasia dan tidak menjawab.

Akhyar menjelaskan, pengumpulan data survey dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan pedoman kuisioner. Menurutnya, dalam rangka menjaga uji kualitas dan validitas, maka dilakukan cek ulang terhadap responden terpilih sebesar 20% Atau sekitar 130 orang responden dari total sampel. [mas]

Terkait


Berita Terbaru