Home / MEDAN TODAYNEWS / Aksi Tolak Kenaikan BBM di Medan Ricuh, Mahasiswa dan Polisi Saling Pukul

Aksi Tolak Kenaikan BBM di Medan Ricuh, Mahasiswa dan Polisi Saling Pukul


Aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM jenis Pertalite di DPRD Sumut Kamis (29/3) berakhir ricuh. Massa yang tergabung dalam mahasiswa Kota Medan terlibat bentrok dengan aparat kepolisian.

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM jenis Pertalite di DPRD Sumut Kamis (29/3) berakhir ricuh. Massa yang tergabung dalam mahasiswa Kota Medan terlibat bentrok dengan aparat kepolisian.

Awalnya aksi massa di halaman gedung DPRD Sumatera Utara berlangsung tertib. Massa menyampaikan orasinya menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), dan meminta agar pemerintah membatalkan kebijakan menjuali infrastruktur negara kepada pihak asing, dan mencabut revisi UU MD3.

“Kami datang kesini untuk menyampaikan aspirasi kami agar bapak-bapak yang terhormat di dewan ini tahu kesusahan rakyat,” ucap Koordinator lapangan, M. Julianda Arisya saat orasi.

Baca Juga:  Pertamina Beri Bantuan Alat Pendengaran dan Sarana Permainan Edukasi

BACA JUGA

Tolak Kenaikan Pertalite, Mahasiswa Aksi Dorong Sepeda Motor Menuju DPRD Sumut

Namun saat salah seorang mahasiswa berorasi, tiba-tiba ada seorang peserta aksi membawa ban bekas yang sudah disiapkan mereka dan mencoba untuk membakarnya. Sontak, polisi yang mengamankan aksi ini berusaha melarang aksi bakar ban bekas tersebut.

Akibatnya, adu mulut pun terjadi antara massa aksi dan petugas kepolisian. Tidak berapa lama, aksi dorong-dorongan pun terjadi dan langsung memanas hingga terjadi pukul-pukulan antara mahasiswa dan petugas kepolisian.

Beberapa mahasiswa yang terlibat bentrokan tersebut pun menjadi bulan-bulan pemukulan dari pihak kepolisian. Bahkan sejumlah peserta aksi terpantau melemparkan sebuah botol minuman yang berisi bahan bakar ke pintu masuk gedung DPRD Sumut yang membuat suasana semakin ricuh.

Baca Juga:  Maksimalkan Penerapan E - Parking, Bobby Nasution Minta Dishub Perkuat Sistem E- Parking

Aparat kepolisian yang emosinya juga sudah tidak terkontrol kemudian belari dan mencari massa aksi yang melemparkan bahan bakar tersebut. Tak berapa lama, pihak kepolisian akhirnya mundur dan mencoba meredam suasana.

Beberapa mahasiswa yang terkena pukulan pihak kepolisian, diselamatkan rekan-rekan mereka untuk mendapat pertolongan.

“Kami bukan binatang, Polisi sudah seperti preman karena memukuli kawan kami,” sorak mahasiswa.

Suasana berangsur kondusif setelah sejumlah polisi menenangkan rekannya dan melerai pertikaian tersebut. [ska]

Terkait


Berita Terbaru