Home / NEWSSUMUT / Oknum TNI Ngamuk di LBH Medan, Ini Penjelasan Kodam I/BB

Oknum TNI Ngamuk di LBH Medan, Ini Penjelasan Kodam I/BB



EDISIMEDAN. com,  MEDAN-Enam orang oknum TNI mendatangi Sekretariat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Kamis (3/5/2018). Sejumlah pengurus LBH menyebutkan salah seorang oknum TNI sempat mengamuk.

Direktur LBH Medan Surya Adinata mengatakan, saat datang ke LBH, para oknum itu ada yang memakai seragam lengkap dan beberapa lainnya berpakaian sipil. Surya menyebutkan kedatangan oknum TNI itu terkait laporan Bunga (nama samaran) yang melaporkan Sersan SS dengan dugaan tindak pidana asusila,pengrusakan dan penganiayaan pada Februari lalu.

” Karena tidak kunjung ditindaklanjuti laporannya maka Bunga membuat pengaduan di LBH pada Bulan April,” kata Surya, Kamis (3/5) malam.

LBH Medan kemudian mempertanyakan ihwal laporan iu ke Detasemen Polisi Militer (Denpom). Namun, mereka menduga, penyidik yang ada di di Denpom tidak senang, sehingga mencari, tiga orang staf LBH Medan yang menandatangani surat.

Baca Juga:  Insiden Napi Pelesiran, Kalapas Gunungsitoli Didemo

“Mereka mencari staf kami, Aidil, Maeganda dan Armada. Namun hanya satu orang yang ketemu. Itu Armada,” ucapnya.

Saat bertemu dengan Armada, salah satu oknum mengamuk dan melayangkan pukulan ke arah Armada. Beruntung pukulan itu tidak kena karena Armada menghindar.

Surya begitu kecewa dengan tindakan arogan dan intimidatif oknum TNI kepada LBH Medan. Pihaknya begitu mengecam tindakan tersebut.

“Intinya kami sangat kecewa dengan tindakan intimidasi ini. Kita protes dengan melayangkan surat ke Pangdam dan yang lainnya. Kita heran kepada anggota Denpom yang mengamuk, kenapa mereka yang menegakkan aturan dilingkungan tni dan menyidik kok malah melanggar hukum,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Edi Hartono mengungkapkan, kedatangan sejumlah prajurit TNI ke LBH hanya untuk melakukan klarifikasi ihwal surat yang dilayangkan LBH Medan ke Detasemen Polisi Militer.

Baca Juga:  Pemkab Labura Teken Kerjasama dengan IPB

Edi mengatakan, sebelumnya ada laporan seorang perempuan ke Denpom tentang dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oknum prajurit TNI AD. Laporan itu kemudian diproses denhan memanggil oknum yang diduga terlibat penganiayaan.

“Untuk laporan ini kan memerlukan barang bukti dari si pelapor, katanya ada barang bukti HP. Cuma diminta oleh pihak Denpom itu, ini gak dikasih-kasih. Seperti itu, diminta belum dikasihkan (ke Denpom), namun tetap dilakukan pemberkasan,” kata Edi, Kamis (3/5) malam.

Edi pun belum tahu persis kapan perempuan tersebut melapor ke Denpom. Katanya, Edi belum mendapat laporan detil soal kasus itu. Namun belakangan, perempuan itu mengadu ke LBH Medan.

“Setelah itu, mungkin LBH membuat surat atau apa, saya juga belum lihat suratnya. Mungkin suratnya itu mengesankan pihak Denpom tidak memproses, atau tidak menindaklanjuti laporan itu. Padahal kita (Denpom) sudah melakukan proses,” bebernya.

Baca Juga:  Tiga Fakta Menarik Ketika Pangkostrad Menjadi Komandan Upacara HUT TNI

Bahkan sebelum 30 April 2018, pemberkasan kasus itu sudah rampung. Edi menilai, surat yang dilayangkan LBH Medan mungkin berisi keberatan kepada Denpom.

“Penyidik POM mendatangi LBH, dengan tujuan awalnya sebenarnya untuk klarifikasi tentang surat tersebut. Mungkin disana ada diskusi atau sebagainya kan, mungkin sperti itu, jadi kesannya seolah-olah menyerang. Padahal intinya mereka itu ingin mengklarifikasi. Makanya yang datang ke sana itu penyidik,” katanya.

Ditanya soal aksi penyerangan yang diduga dilakukan penyidiki Denpom ke staf LBH Medan, Edi tidak membantah atau membenarkannya. Dia belum mendapat kabar tersebut.

“Yang jelas kan mungkin dalam hal tersebut terjadi diskusi yah. Biasalah, mungkin ada debat. Intinya mereka datang untuk memberikan klarifikasi. Bukan datang ujuk-ujuk menyerang LBH, tidak,” pungkasnya. [ska]

Terkait


Berita Terbaru