Home / NEWS / Cemburu, Iwan Siram dan Bakar Sang Kekasih dengan Pertalite

Cemburu, Iwan Siram dan Bakar Sang Kekasih dengan Pertalite


Akibat cemburu buta, Iwan alias Kincit (36) gelap mata. Dia tega menyiramkan pertalite dan membakar pacarnya, DAL(15). Akibatnya saat ini wanita itu kritis dan dirawat di rumah sakit. [foto istimewa]

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Akibat cemburu buta, Iwan alias Kincit (36) gelap mata. Dia tega menyiramkan pertalite dan membakar pacarnya, DAL(15). Akibatnya saat ini wanita itu kritis dan dirawat di rumah sakit.

Berdasarkan informasi dihimpun, penganiayaan ini bermula saat DAL tengah berbincang bersama Ety (29) di rumah Ibu Ela di Jalan RPH Gang Suka Maju, Lingkungan 11, Mabar, Medan Deli, Senin (7/5) sekitar pukul 22.15 Wib.

“Sebelumnya, tersangka IRW alias Kincit dan korban telah cekcok melalui komunikasi via telepon,” kata Kapolsek Medan Labuhan Kompol Hendris Tampubolon, Selasa (5/5/2018).

Saat DAL tengah berbincang, tiba-tiba IRW datang ke lokasi itu. Tanpa basa-basi, dia langsung menyiram remaja itu dengan minyak pertalite dari dalam botol besar air mineral yang dibawanya.

Baca Juga:  Penyandang Disabilitas Se-Kawasan Danau Toba Punya Kaki Palsu Baru

“Setelah mengguyur korban dengan pertalite, langsung disulut pakai mancis (korek api gas,” sambung Hendris.

Api pun membakar remaja yang tinggal di Jalan Mangaan V Lingkungan 13, Mabar itu. Ety, warga Mangaan VIII Lingkungan I, yang ada di dekat DAL juga ikut terkena jilatan api.

“Akibat kejadian ini korban DAL mengalami luka bakar pada bagian wajah, perut, tangan, dan kaki,” jelas Hendris.

Setelah melakukan aksinya Irwanto langsung kabur. Sementara DAL langsung dilarikan warga ke RSUD Pirngadi Medan.

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan polisi, IRW diduga telah merencanakan aksinya. “Korban dan tersangka selama ini menjalin hubungan pacaran. Perbuatan itu diduga bermotif kecemburuan,” jelas Hendris.

Baca Juga:  Prestasi Tengku Erry yang Layak Diketahui Publik dan Gubsu Terpilih

Polisi masih memburu IRW. “Kita masih lidik keberadaannya,” tutup Hendris. [ska]

Terkait


Berita Terbaru