Home / MEDAN TODAYNEWS / 6 Pengendara Terjaring Penertiban Asmara Subuh

6 Pengendara Terjaring Penertiban Asmara Subuh


Penertiban terhadap para pelaku asmara subuh di Jalan Ring Road, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal terus berlanjut. Minggu (20/5) pagi, sebanyak 6 pengendara kenderaan bermotor terjaring dalam penertiban yang dilakukan Tim Pamantauan Asmara Subuh. Selain melakukan penilangan SIM dan STNK, tim gabungan juga mengamankan 4 unit sepeda motor karena pengendaranya tidak memiliki surat kelengkapan kenderaan bermotor.

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Penertiban terhadap para pelaku asmara subuh di Jalan Ring Road, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal terus berlanjut. Minggu (20/5) pagi, sebanyak 6 pengendara kenderaan bermotor terjaring dalam penertiban yang dilakukan Tim Pamantauan Asmara Subuh.

Selain melakukan penilangan SIM dan STNK, tim gabungan juga mengamankan 4 unit sepeda motor karena pengendaranya tidak memiliki surat kelengkapan kenderaan bermotor.

Setelah tiga hari tidak ada melakukan penindakan tegas karena tidak ada pelaku asmara subuh yang melintasi kawasan Jalan Ring Road, Tim Pemantauan Asmara Subuh mendapati pengendara kenderaan bermotor yang nekat menerobos meski tanpa menggunakan helm maupun membawa kelengkapan surat kenderaan bermotor. Nasib apes pun diterima, sepeda motor mereka pun langsung diamankan.

Penertiban dilakukan tim gabungan usai menggelar apel di halaman eks SPBU Petronas dipimpin Kabid Perhubungan Edison Sagala. Selain kawasan Jaln Ring Road, penertiban juga dilakukan di tiga lokasi lainnya seperti seputaran Stadion Teladan, Pulo Brayan serta Kanal. Usai pembagian tim, seluruh personel pun bergerak menuju lokasi penertiban.

Baca Juga:  Atasi Kemacetan Pemko Medan Akan Bangun Underpass, Kadishub Medan : System Persimpangan Tidak Sebidang Akan Menghilangkan Titik Konflik Penyebab Kemacetan

Di kawasan Jalan Ring Road, tim gabungan memulai penertiban. Seluruh personel yang bertugas di tempat itu kemudian berjaga-jaga disisi kiri dan kanan jalan untuk menghentikan pelaku asmara subuh apabila melintas, termasuk pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm maupun membawa kelengkapan surat-surat kenderaan bermotor

Ternyata ada lima pengendara sepeda motor yang berusaha menerobos penjagaan Tim Pemantauan Asmara Subuh meski tidak mengenakan helm. Tim gabungan pun langsung menghentikan dan langsung melakukan pemeriksaan. Selain kelengkapan surat-surat kenderaan bermotor, tim gabungan juga memeriksa tas yang mereka bawa, termasuk di bawah tempat duduk sepeda motor untuk memastikan tidak ada membawa benda-benda mencurigakan.

Baca Juga:  Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan Wujud Tanggungjawab Negara

Dari kelima pengendara sepeda motor yang terjaring, hanya satu yang membawa SIM dan surat kelengkapan kenderaan bermotor seperti SIM dan STNK. Pengendara sepeda motor itu hanya ditilang saja, sebab kesalahannya tidak mengenakan helm. Sedangkan empat pengendara sepeda motor, selain tidak mengenakan helm, mereka juga tidak membawa surat kelengkapan kenderaan bermotor. Itu sebabnya petugas Satlantas Polrestabes Medan yang ikut dalam tim gabungan langsung mengamankan keempat unit sepeda

Selain sepeda motor, tim gabungan juga sempat menghentikan satu unit angkutan umum Mekar Jaya. Pasalnya, tim curiga melihat laju kenderaan sedikit oleh dan beberapa penumpang terlihat berdiri. Setelah dihentikan, tim terkejut lantaran sarat penumpang yang duduk berhimpit-himpitan. Ketika dilakukan penghitungan, penumpangnya mencapai 27 orang sehingga sangat rentan dengan bahaya.

Kepada tim gabungan, sopir mengatakan membawa penumpang dari Simpang Selayang hendak menuju kawasan Helvetia dengan harga carteran Rp.100 ribu sekali antar. Meski supir dapat memperlihatkan SIM dan STNK namun tim gabungan dari unsur Satlantas Polrestabes Medan pun melakukan penilangan STNK.

Baca Juga:  Apresiasi Bobby Nasution Berantas Begal & Premanisme, Street Crime Sudah Mengakar, Penanganan Harus Berkesinambungan 

“Kamu tahu kesahalan kan, penumpang yang kamu bawa kelebihan kapasitas sehingga sangat rentan terjadinya kecelakaan lalu lintas,” kata salah seorang petugas Satlantas seraya melakukan penilangan.

Sebelumnya, Asisten Pemerintahan Setdakot Medan Musadad Nasution selaku Ketua Tim Pemantauan Asmara Subuh telah mengimbau agar masyarakat, terutama para remaja agar mengisi waktu usai sahur dan selesai Shalat Subuh dengan kegiatan positif seperti tadarus dan itikaf baik di masjid maupun rumah.

“Tim Pemantauan Asmara Subuh akan terus beroperasi sepanjang Ramadhan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jalan.,” ungkap Musadad.[mahbubah lubis]

Terkait


Berita Terbaru