Home / NEWSPOLITIK / Edy Rahmayadi Diterpa Isu Stroke, Ijeck Difitnah Jadi Tersangka KPK

Edy Rahmayadi Diterpa Isu Stroke, Ijeck Difitnah Jadi Tersangka KPK


Cagub Suumut Edy Rahmayadi bersama Sekretaris Golkar Sumut Irham Buana Nasution, Ketua Hanura Sumut Kodrat Shah dalam acara buka puasa bersama di kediamannya di Jalan Karya Amal/Karya Bakti Medan Johor saat buka puasa bersama Rabu (30/05/2018). Edy menyayangkan informasi yang mengatakan dirinya sedang menderita stoke. Meskipun mengaku tidak terlalu mempersoalkan tudingan tersebut Edy mengingatkan agar sipembuat fitnah segera bertaubat. [edisiMedan.com/istimewa]

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Mendekati hari pemungutan suara Pilgub Sumut 27 Juni mendatang, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah (ERAMAS) diterpa isu tak sedap.

Edy Rahmayadi dituding mengalami serangan stroke. Sementara pasangannya Musa Rajeckshah akrab disapa Ijeck, diisukan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menanggapi isu tersebut, Edy Rahmayadi menegaskan dirinya dalam keadaan segar bugar selama menjalani ibadah puasa.

Ditemui di kediamannya Jalan Karya Amal/Karya Bakti Medan Johor saat buka puasa bersama Rabu (30/5/2018), Edy Rahmayadi banyak bersenda gurau bersama Sekretaris Golkar Sumut Irham Buana Nasution, Ketua Hanura Sumut Kodrat Shah dan tamu yang hadir.

“Lihat ini, saya sehat, lihat. Jadi jangan bilang saya stoke,” ujar Edy tersenyum.

Baca Juga:  Oknum TNI Ngamuk di LBH Medan, Ini Penjelasan Kodam I/BB

Edy juga menyampaikan, selama bulan puasa dirinya jarang tampil ke tengah masyarakat karena sedang melaksanakan ibadah umrah bersama istrinya Nawal Lubis.

Bahkan sepulang dari Umroh, Edy mengaku langsung menonton laga PSMS versus Arema Malang di Stadion Teladan yang dimenangi PSMS Medan dengan skor 2-0.

Edy menyayangkan kabar dirinya menderita stoke. Meskipun mengaku tidak terlalu mempersoalkan tudingan tersebut, Edy mengingatkan agar si pembuat fitnah segera bertaubat.

“Ini bulan puasa, buatlah yang baik-baik saja. Untuk menang tentu tidak harus menghalalkan semua cara sampai menfitnah orang. Saya pesankan agar yang memfitnah itu segera bertaubat, ” ujar Edy.

Blackcampaign

Bantahan juga datang dari kubu Musa Rajeckshah atau Ijeck, calon Wakil Gubernur Sumut yang difitnah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Baca Juga:  PODCAST: Rahasia Dapur Tribun Medan Dibongkar, Begini Reaksi Pemrednya!!
Sugiat Santoso Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumut. [edisiMedan.com/istimewa]

Menurut Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumut, Sugiat Santoso  berita itu adalah bohong atau blackcampaign yang bertujuan merusak nama baik cagub dan cawagub ERAMAS.

“Berita yang mengabarkan Bang Ijeck berstatus tersangka tersebut telah dibantah secara langsung juru bicara KPK Febri Diansyah. Jadi begitu ada yang coba-coba mengemas opini dengan mengatasnamakan KPK, juru bicara KPK langsung mengklarifikasi bahwa hal tersebut tidak benar,” jelasnya.

Sugiat sangat menyayangkan pihak yang menggunakan media online untuk melakukan fitnah, menghasut, dan memprovokasi masyarakat dengan berita hoax.

“KPK sendiri sudah membantah bahwa Bang Ijeck tidak benar dijadikan tersangka oleh KPK, itu artinya bahwa Bang Ijeck bersih dari kasus hukum. Maka, kabar dari sumber media online tersebut menjadi terbantahkan dan tidak benar,” sambungnya.

Baca Juga:  SMS Provokatif Sebabkan Umat Kristen Aceh Singkil Mengungsi

Sugiat mengatakan, jika berita bohong seperti ini tidak diluruskan dan dibiarkan terus menerus, maka akan semakin banyak orang yang sesuka hatinya memfitnah.

“Atas nama DPD KNPI Sumut, saya mengecam beredarnya berita hoax tersebut, karena telah merusaksuasana demokrasi yang harusnya kita jalani tanpa blackcampaign. Saat ini KNPI Sumut telah berusaha menelusuri siapa pembuat berita hoax tersebut, dan jika diketahui siapa pelakunya, maka kami akan membawa pelakunya ke polisi untuk segera diadili,” tukasnya. [ded]

REPORTER
REZA ANADA
Terkait


Berita Terbaru