Home / NEWSSUMUT / Dinkes Sumut Targetkan Akan Capai Layanan Kesehatan Dasar Tahun Depan

Dinkes Sumut Targetkan Akan Capai Layanan Kesehatan Dasar Tahun Depan


Sekretaris Dinkes Sumut Ridesman

EDISIMEDAN.com, MEDAN: Mulai Januari 2019, Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Dinkes Sumut) akan melakukan pencapaian layanan kesehatan dasar melalui Standar Pelayanan Minimal (SPM) di kabupaten/kota.

Dalam hal ini, ada 12 indikator, yakni persoalan gizi, imunisasi, ibu hamil, HIV, TBC, persoalan orang gangguan jiwa, dan sebagainya.

“Ini targetnya 100%. Jika penanganan gizi, maka semua persoalan gizi, jika persoalan ibu hamil, maka semua ibu hamil menjadi fokusnya. Begitu juga persoalan lainnya,” ujar Sekretaris Dinkes Sumut Ridesman kepada EDISIMEDAN.com, Jumat (29/6/2018).

Sebelumnya, lanjut Ridesman, selain mempercepat penurunan stunting, di akhir tahun 2018, strategi Dinkes Sumut, adalah meningkatkan cakupan dan mutu imunisasi, serta penanganan kasus TBC.

“Karena memang masih banyak kasus TBC yang belum ditemukan. Artinya sudah ada gejala tetapi belum dapat diobati. “Strategi utama kita adalah menemukan orang yang terkena TBC tetapi belum dapat diobati. Karena ini juga mengancam meningkatnya angka stunting. Jika ibu hamil terkena TBC, maka akan mempengaruhi bayi di dalam kandungannya,” tukasnya.

Baca Juga:  Dua Balita di Mandailing Natal Derita Gizi Buruk

Disinggung terkait memaksimalkan imunisasi, Ridesman memaparkan, yang terpenting ada kontak dengan pusat pelayanan, seperti Posyandu, Puskesmas, klinik-klinik kesehatan swasta, bahkan rumah sakit dan dokter spesialis. Pihaknya, sudah menjalin kerja sama dengan pihak tersebut untuk mengatasi kasus ini.

“Karena pada prinsipnya kita harus memastikan tidak boleh kurang dari 92% anak balita mendapatkan imunisasi. Jika di bawah angka itu, maka akan rentan terkena penyakit. Dengan target pencapaian angka tersebut, resiko-resiko penyakit dapat ditekan,” ungkapnya.

Saat ini, sebutnya, sudah mencapai angka 85%. Karena itu harus dilakukan percepatan imunisasi layanan dasar dengan melibatkan seluruh stakeholder. Semua pusat-pusat pelayanan kesehatan harus sudah mempersiapkan layanan dasar tersebut, dan layanan dasar ini gratis.

Baca Juga:  Kanker Bisa Dicegah, Ini Tipsnya

Dikatakannya, pihaknya juga akan mulai mengaktifkan Posyandu. Karena ini termasuk pelayanan utama dan tulang punggung penurunan stunting. Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

“Di desa-desa ini adalah andalan utama. Karena dari sini dilakukan pemantauan tumbuh kembang balita, ibu hamil serta penurunan stunting,” ucapnya.

Saat ini, pihaknya sedang berupaya menata kembali agar Posyandu kembali diaktifkan. Dan tentu ini perlu dukungan lintas sektornya, karena Posyandu bukan hanya terkait kesehatan saja, tetapi juga keluarga berencana (KB), pertanian dan sebagainya.

“Saat ini sedang memetakan di setiap kabupaten. Karena Posyandu juga memiliki strata, ada kategori Pratama, Madya, Purnama dan Mandiri. Hal ini dilihat dari segi aktifnya, dari segi jumlah kader minimal 5, serta program-programnya di atas 50%. Posyandu yang ingin didongkrak yakni, Pratama dan Madya. Ini harus naik kelas ke Purnama, serta Mandiri. Minimal di kategori Purnama” ungkapnya.

Baca Juga:  GKN Hanya Dapat Satu Orang

Saat ini, katanya, jumlah Posyandu di Sumut sebanyak 15 ribuan. 45% sudah berada di kategori Purnama dan Mandiri.

“Di tahun depan ini yang kita genjot sebagai target kita, minimal mencapai 65%,” tukasnya. [Mahbubah Lubis]

Terkait


Berita Terbaru