Home / BISNIS / Masyarakat Indonesia Optimis Pandemi Berakhir

Masyarakat Indonesia Optimis Pandemi Berakhir


President Director & CEO Manulife Indonesia Ryan Charland dan Director & Chief Financial Officer Manulife Indonesia, Meylindawati. [foto istimewa]

EDISIMEDAN.com, JAKARTA – Dua tahun sejak merebaknya virus Corona 2019 (Covid-19), khususnya di Tanah Air, masyarakat Indonesia optimis akan ada akhir dari pandemi tersebut.

Menurut penelitian baru dari Manulife, sebagaimana siaran pers yang diterima EdisiMedan.Com, Selasa (15/2), sebagian besar masyarakat Indonesia lebih fokus pada kesehatan dan perencanaan keuangan mereka.

Di antara masyarakat Indonesia yang menjadi bagian dari Asia Care Survey Manulife yang ketiga, dua pertiga atau 66 persen responden di Indonesia yakin Covid-19 akan berakhir dalam waktu satu tahun ke depan dan lebih dari separuh atau 59 persen responden berpendapat bahwa pembatasan kegiatan masyarakat akan selesai dalam kurun waktu sama.

Meskipun pandangan mereka termasuk yang lebih optimis, sebesar 35 persen responden di Indonesia menyatakan kekhawatiran tentang ekonomi lokal yang membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Sebesar 58 persen dari mereka mengalami penurunan pendapatan, dengan satu dari sepuluh orang atau 13 persen di antaranya kehilangan pekerjaan selama pandemi.

“Selain dari hasil survei yang menyebutkan tingginya atensi terhadap sisi finansial dan kesehatan, masyarakat Indonesia juga makin memegang kendali atas perencanaan keuangan mereka dan menemukan beragam cara untuk mengurangi dampak pandemi,” kata Ryan Charland, Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia.

Baca Juga:  Duta Penerus Rempah 2021 Dinobatkan, Nawal Ajak Masyarakat Dukung Forum Bisnis dan Ekspo Rempah di Sumut

“Meskipun banyak keluarga mengalami tantangan dan menghadapi ketidakpastian dari sisi keuangan, kesehatan, serta masa depan, minat lebih tinggi terhadap proteksi melalui asuransi dapat dikatakan sebagai salah satu cara mereka dalam menyesuaikan diri dengan situasi baru di tengah adanya Covid-19,” tambahnya.

Mitigasi Risiko Ekonomi

Menurut hasil survei, kebiasaan perencanaan keuangan di antara responden Indonesia yaitu menyeimbangkan antara upaya mengatasi tantangan keuangan saat ini dengan upaya menciptakan masa depan mapan.

Sebanyak 57 persen responden mengatakan mereka mengelola keuangan secara aktif karena pandemi, jauh lebih tinggi dibandingkan reponden yang mengikuti survei ini di semua negara lain Asia (42 persen).

Menariknya, 32 persen dari responden mengatakan bahwa mereka telah mendirikan usaha milik pribadi untuk menggantikan atau mendukung pekerjaan utama mereka. Sebesar 37 persen responden di Indonesia juga mengatakan memiliki tabungan yang bertahan lebih dari setahun jika diperlukan.

Untuk mengurangi risiko ekonomi karena Covid-19, sebesar 25 persen responden berinvestasi, sementara 36 persen mengurangi pengeluaran tidak perlu. Pada saat sama, pentingnya asuransi dan perencanaan pensiun makin disadari secara luas.

Baca Juga:  Axiata Buktikan Kehandalan Jaringan Data di Pekanbaru

Terdapat 83 persen responden yang melihat pentingnya asuransi dan 84 persen memikirkan hal sama tentang perencanaan pensiun. Hasil survei juga menunjukkan sebesar 76 persen dari mereka berencana untuk membeli asuransi dalam 12 bulan ke depan.

Dari seluruh responden Indonesia, 60 persen di antaranya sudah memiliki asuransi. Ini menunjukkan, Indonesia merupakan pasar terendah yang tercakup dalam Asia Care Survey yang mencerminkan rendahnya tingkat penetrasi asuransi di negara ini.

“Apa yang juga diungkapkan oleh survei ini ialah ada beragam peluang luar biasa bagi kami untuk melayani nasabah di Indonesia, terutama mengingat tingkat penetrasi asuransi yang rendah dan kesenjangan perlindungan yang tinggi di negara ini,” ujar Charland.

“Di Manulife, kami berupaya untuk memperkecil kesenjangan itu serta membantu kehidupan nasabah untuk makin baik. Kami melakukannya dengan terus memberikan saran dan solusi mewujudkan keamanan finansial karena kami memberdayakan kesehatan dan kesejahteraan berkelanjutan melalui produk yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah,” lanjutnya.

Pertimbangan Kesehatan

Hasil survei juga menyimpulkan, secara umum, pertimbangan banyak masyarakat Indonesia terhadap asuransi tidak lepas dari aspek kesehatan. Responden tercatat memiliki kemauan untuk menyesuaikan gaya hidup demi menurunkan dampak Covid-19. Kesediaan responden Indonesia untuk mengenakan masker adalah yang tertinggi (82 persen) di kawasan, begitu pula dengan tingkat keaktifan fisik (69 persen).

Baca Juga:  Inalum Buka Kesempatan Mudik Bareng Gratis Rute Batam-Belawan Via Kapal Laut

Persepsi mereka tentang kondisi kesehatannya pun termasuk yang tertinggi di kawasan Asia, dengan 81 persen mengatakan mereka dalam kesehatan fisik yang sangat baik dan 78 persen mengatakan hal serupa tentang kesehatan mental mereka.

Selain itu, satu dari empat responden menyatakan kekhawatiran terkait kebutuhan menjaga kesehatan keluarga, namun pada saat yang sama mengabaikan kesehatannya sendiri.

Manulife Indonesia memahami dampak kecemasan finansial akibat Covid-19 dan meningkatnya kesadaran nasabah terhadap aspek kesehatan. Karenanya, sebagai bentuk komitmen kepada nasabah, disediakan beragam solusi perlindungan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Di antaranya, asuransi tambahan yang baru diluncurkan melalui MiSmart Insurance Solution (MiSSION). Pertama, MiSmart Medicare Plus (MiSMP), memberikan manfaat rawat inap hingga tertanggung berusia 80 tahun. Berikutnya, asuransi tambahan perlindungan jiwa MiSmart Payor Benefit Plus (MiSPBP). [red]

Terkait


Berita Terbaru