Home / KRIMINAL & HUKUM / MEDAN TODAY / SUMUT / Miris 6 Tahun Kasus Penganiyaan Ngendap Di Polsek Sunggal

Miris 6 Tahun Kasus Penganiyaan Ngendap Di Polsek Sunggal


EDISIMEDAN.COM, Medan- Ada apa dengan Polsek Sunggal pasalnya laporan warga sampai 6 tahun tidak di proses secara hukum.

Adalah Rinawati Tarigan, warga Dusun Sei Beras Sekata, Desa Beras Sekata Pasar V, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, bertahun -tahun resah  melihat laporannya ‘mengendap’ di Polsek Sunggal.

Sejak tahun 2016, dirinya melaporkan kejadian penganiayaan yang dilakukan abang beradik ke Polsek Sunggal sesuai LP No.Pol: STTLP/1002/X/IX/2016, SPK.A Polsek Sunggal.

Menurut  Rinawati kejadian berawal saat dirinya baru saja pulang dari Gereja menuju ke rumah. Di tengah jalan, ia dikejutkan dengan suara knalpot sepeda motor milik Pria Purba.

Dari penjelasan Rina, Pria Purba sengaja mengegas kendaraannya tepat di sampingnya. Sontak, wanita paruh baya ini terkejut, mendengar suara knalpot.

“Kejadian tahun 2016 lalu. Saat itu aku pulang dari Gereja. Aku jalan kaki ke rumah. Tiba-tiba pelaku lewat dan sengaja ngeber-geber tepat di samping aku,” ucap Rina kepada wartawan, Rabu (6/4/2022).

Baca Juga:  Optimis Offroad Bangkit Lagi di Medan

Kala itu  Rina bertanya, kenapa mengegas kendaraannya begitu deras. Dengan santai, Pria Purba menjawab sengaja melakukan itu.

“Dia bilang sengaja melakukannya,” kata Rina.

Kesal dengan pernyataan itu, Rina marah lantaran tidak tahan dengan suara knalpot tersebut. Pelaku yang tidak senang dengan jawaban Rina,  mendorong Rina hingga tersungkur.

“Terus langsung didorongnya aku hampir terjatuh aku ke aspal,” kata Rina

Hampir jatuh, kemudian pelaku juga memukul Rina hingga meninggalkan bekas memar.

“Setelah itu dipukulnya tanganku dan badan aku juga menimbulkan memar,” lanjut Rina

Kala itu  sempat terjadi adu mulut aku  dengan pria bermarga Purba. Tak berapa lama, abangnya Putra Purba datang ke lokasi.

Baca Juga:  Terkait Bansos, Kepling dan Camat di Medan Turut Diperiksa Kejagung

Bukannya  melerai,  Putra juga ikut memukul Rina. Karena kejadian penganiayaan ini, Rina melaporkannya ke Polsek Sunggal.

“Setelah ini kuadukan ke Polsek Sunggal. Dan aku langsung diminta untuk visum di Rumah Sakit Bina Kasih bekas luka yang dipukul oleh pelaku,” terang Rina

Beberapa hari setelah melapor, Rina kembali ke Polsek Sunggal guna menanyakan perkembangan laporan tersebut. Sebab, kedua masih bebas berkeliaran.

Bukannya memproses malahan, pihak kepolisian meminta Rina dan pelaku untuk berdamai tanpa sebab.

“Dan saya datang ke Polsek Sunggal di hari besoknya, petugas bilang kalau aku juga dilaporkan. Padahal, jelas aku adalah korban penganiayaan, gak tau laporan apa yang dituduhkan.

Polisi di sana juga bilang agar berdamai dengan pelaku. Tetapi saya tidak mau berdamai dengan pelaku,” kata Rina

Rina mengungkapkan, ia kembali datang ke Polsek Sunggal pada Senin (4/4/2022) untuk mempertanyakan perihal laporannya tahun 2016.

Baca Juga:  Pemko Medan Dukung Korlantas Terapkan E-TLE Mobile di Medan, Bobby Nasution: Bantu Tertibkan Parkir

Di sana Rina bertemu dengan seorang petugas polisi wanita Polsek Sunggal.
Polwan itu mengatakan, nanti akan dikabari dan Rina diminta untuk meninggalkan nomor telepon/HP nya.

” Nanti dikabari, tolong tinggalkan nomor HP biar bisa dihubungi,” sebut Rina menirukan ucapan  Polwan tersebut.

Ironisnya hingga detik ini, Polsek Sunggal belum juga menangkap kedua pelaku yang masih bebas berkeliaran.

Kapolsek Sunggal Kompol Chandra Yudha Pranata ketika dikonfirmasi  via Whats App, Jumat (8/4/2022) mengatakan, agar korban menemui Kanit Reskrim Polsek Sunggal.

” Saya baru penyembuhan dari rumah sakit. Korban bisa temui Kanit Reskrim. Dan kasus ini sudah lama tahun 2016,” katav Kapolsek Sunggal. (Tim)

Terkait


Berita Terbaru